Petrokimia dan Bank Sumsel Menang, PLN dan Samator Terpuruk

Kamis, 24 Apr 2025, 19:17 WIB

SEMARANG - Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia kembali menunjukkan konsistensi di Final Four Proliga 2025. Bertanding di GOR Jatidiri, Semarang, Kamis (24/4), tim asuhan Jiang Jie menundukkan Jakarta Electric PLN dengan skor 3-1 (25-20, 28-30, 25-18, 25-19).

Ini menjadi kemenangan kedua bagi Petrokimia dari tiga laga putaran pertama. Hasil tersebut menjaga asa mereka menembus grand final. Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari Megawati Hangestri Pertiwi. Meski sudah hadir di arena, sang bintang belum bisa dimainkan lantaran kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya.

Ket. Foto: Petrokimia — Sumber: ist

“Servis kami jauh lebih baik hari ini, terutama dari Hanna Davyskiba. Itu sangat menyulitkan receive lawan," ujar pelatih Jiang Jie. Soal Megawati, pelatih asal Tiongkok itu menjelaskan, “Kondisinya baru sekitar 60-70 persen. Ada cedera saraf robek di bagian betis. Kami harap dia segera pulih.”

Di sisi lain, Jakarta Electric PLN masih belum menemukan bentuk terbaiknya. Tiga kekalahan beruntun tanpa satu pun poin menjadi sinyal bahaya bagi tim asuhan Oktavian. "Selamat untuk Petrokimia. Mereka bermain lebih baik. Kekalahan ini karena kami sendiri belum menemukan ritme permainan," ucap pemain asing PLN, Polina Shemanova.

Dalam laga lain di sektor putra, Palembang Bank SumselBabel memetik kemenangan kedua setelah menaklukkan Surabaya Samator 3-1 (35-37, 25-15, 25-15, 25-20). Ini menjadi kemenangan penting bagi tim besutan Iwan Dedi Setiawan, usai pekan lalu juga menumbangkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi.

Meski kalah di set pertama, Bank Sumsel tampil dominan di tiga set berikutnya. “Mungkin kami terlalu lama pemanasan karena datang lebih awal ke venue. Tapi anak-anak cepat beradaptasi,” ujar asisten pelatih Memet Tarmedi. Pemain andalan mereka, Jordan Susanto, menegaskan semangat tim, “Kami ingin menjaga tren positif dan menang lagi.”

Sementara itu, Surabaya Samator terus terpuruk dengan tiga kekalahan beruntun. Usai dipermalukan LavAni dan Bhayangkara di Kediri, kali ini mereka kembali gagal meraih kemenangan. “Kami unggul di set pertama, tapi setelah itu mental pemain menurun drastis,” sesal manajer Hadi Sampurno.

Kapten tim Rama Fazza Fauzan menambahkan, “Komunikasi di lapangan kacau. Saya sendiri bingung, ritme permainan hilang." Problem mental ini pun menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Rodolfo Luis Sanchez di sisa putaran final four. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.