Bank Indonesia Sebut Tarif Resiprokal AS dapat Pengaruhi Ekonomi RI
Kamis, 24 Apr 2025, 01:00 WIBJakarta - Bank Indonesia (BI) memandang bahwa ke depan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan langkah retaliasi yang ditempuh Tiongkok serta kemungkinan dari sejumlah negara lain, dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
âBank Indonesia memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7 sampai 5,5 persen,â kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan April 2025 di Jakarta, Rabu (23/4).
Seperti dikutip dari Antara, Perry mengatakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dipengaruhi dampak langsung kebijakan tarif AS yang menurunkan ekspor Indonesia ke AS dan dampak tidak langsung akibat penurunan permintaan ekspor dari mitra dagang lain Indonesia, terutama dari Tiongkok.
Sehubungan dengan itu, kata dia, berbagai kebijakan perlu diperkuat guna memitigasi dampak dari menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia tersebut dengan mendorong permintaan domestik dan memanfaatkan peluang peningkatan ekspor.
Perry menyampaikan BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
âBank Indonesia terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah baik di pusat maupun di daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program pemerintah dalam Astacita,â kata dia.
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di tengah peningkatan ketidakpastian global.
âKonsumsi rumah tangga tumbuh positif didukung keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang secara umum masih stabil,â kata Perry.
Belanja pemerintah terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial, dan berbagai insentif lainnya serta kenaikan permintaan musiman selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah juga mendukung konsumsi rumah tangga.
Sementara investasi, khususnya non-bangunan, tetap menopang pertumbuhan ekonomi sebagaimana tercermin dari meningkatnya impor barang modal, terutama alat-alat berat.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dari Deteksi hingga Prediksi: AI Mengubah Cara Indonesia Hadapi Serangan Siber
-
Masjid di Sleman Borong 11 Ton Singkong, Bantu Petani Gunungkidul Terselamatkan dari Harga Anjlok Cuma Rp500/Kg
-
Pasar Tak Bergairah, IHSG Terkoreksi Meski Tipis Sepekan Ini
-
Pemerintah Kabupaten Subang Usulkan Pemekaran Desa untuk Efisiensi Pelayanan
-
Mahfud MD Nilai Polri Berkinerja Baik, Jamin Rasa Aman dan Nyaman di Masyarakat
-
Aksi Kader Jumantik Garda Terdepan Pencegahan Wabah DBD
-
Latihan Timnas Indonesia jelang final ASEAN U-23 Championship
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.