Transmigrasi Butuh Energi Muda, Kementrans Dorong Jiwa Entrepreneur Mahasiswa

Rabu, 23 Apr 2025, 15:08 WIB

JAKARTA – Indonesia butuh banyak wirausaha muda untuk mencapai target rasio kewirausahaan yang idealnya sebesa 4 persen dari populasi. Karenanya, menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa, bukan cuma untuk mencetak pengusaha, tapi juga membentuk pola pikir yang mandiri, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi dunia yang cepat berubah.

Mahasiswa adalah agen perubahan yang bisa jadi pionir ekonomi kreatif, digital, hingga sosial. Mahasiswa yang punya jiwa wirausaha cenderung tidak hanya bergantung pada lapangan kerja, tapi mampu menciptakan peluang sendiri. Mereka terbiasa menghadapi risiko, gagal, bangkit lagi sehingga mentalitas ini sangat dibutuhkan di dunia nyata.

Ket. Foto: Ilustrasi - Menanamkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. — Sumber: Istimewa.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendukung perguruan tinggi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa agar mampu menciptakan lapangan kerja dan turut berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan transmigrasi.

Ia mengatakan bahwa mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan, kreatif, dan inovatif memiliki peluang besar untuk mengikuti Program Transmigrasi Patriot, suatu program yang mempersiapkan anak-anak muda menjadi penggerak kawasan transmigrasi melalui beasiswa untuk mengikuti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Yang kita butuhkan sosok mahasiswa seperti ini,” kata Viva saat bertemu dengan para pimpinan dan akademisi perguruan tinggi dari ITB, UGM, IPB, UI, Unpad, dan ITS, dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Rabu (23/4).

Ia menyatakan bahwa memiliki jiwa kewirausahaan, kreatif, dan inovatif membuat mahasiswa tangguh ketika diterjunkan di lapangan untuk melaksanakan ikatan dinas di kawasan transmigrasi usai mengikuti Program Transmigrasi Patriot.

“Selepas mengikuti ikatan dinas mereka tetap bisa mengembangkan kewirausahaannya di kawasan (transmigrasi) yang ada” ucapnya.

Viva Yoga menyatakan bahwa mencari mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan bukan hal yang mudah, mengingat masing-masing orang memiliki orientasi dan cita-cita yang berbeda.

“Ini tantangan bagi perguruan tinggi untuk bisa merekrut mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan, kreatif, dan inovatif,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa Program Transmigrasi Patriot merupakan salah satu program unggulan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) yang terdiri dari Beasiswa Patriot yang akan menghasilkan sarjana penggerak transmigrasi dan Ekspedisi Patriot yang akan menghasilkan produk riset dalam rangka optimalisasi pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi.

“Program ini bukan sekadar beasiswa, tapi gerakan nasional untuk membangun kawasan transmigrasi sebagai pilar ekonomi,” imbuh Viva Yoga.

Kementrans akan merekrut mahasiswa dalam berbagai jenjang, baik S1, S2, dan S3 untuk program pendidikan di dalam dan luar negeri.

Saat terdapat rencana untuk membentuk tiga Kawasan Ekonomi Terintegrasi (KET) Super Prioritas yang akan menjadi tujuan para peserta Program Transmigrasi Patriot, yakni di Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau; Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulwesi Barat; dan Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.