Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Evakuasi Paus Biru 29 Meter yang Terdampar di Kupang

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 10:19 WIB | Oleh:
KKP Evakuasi Paus Biru 29 Meter yang Terdampar di Kupang Doc: Antara Foto
Ket. Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A Koswara menyampaikan paus merupakan mamalia laut yang dilindungi sepenuhnya oleh negara dan termasuk dalam prioritas konservasi keanekaragaman hayati laut Indonesia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang bergerak cepat menindaklanjuti laporan seekor paus terdampar mati di Pantai Padahidoi, Desa Kolorae, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Laporan awal diterima dari warga setempat yang kemudian disampaikan oleh Kepala Desa Kolorae kepada BKKPN Kupang," kata Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Tim BKKPN segera memberikan instruksi teknis penanganan melalui sambungan telepon, agar langkah-langkah penyelamatan dan mitigasi bisa segera dilakukan.

Ia menjelaskan berdasarkan identifikasi awal di lapangan, paus yang terdampar merupakan jenis Paus Paruh Blainville (Mesoplodon densirostris) dengan panjang tubuh mencapai 3,2 meter. Saat ditemukan, pada Senin (21/4), paus ini berada dalam kondisi kode 2, yaitu terdampar dan baru mati.

“Paus telah dikuburkan oleh masyarakat secara gotong royong pada pukul 14.00 WITA menggunakan peralatan sederhana. Ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perlindungan biota laut yang dilindungi,” ujar Imam.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A Koswara menyampaikan paus merupakan mamalia laut yang dilindungi sepenuhnya oleh negara dan termasuk dalam prioritas konservasi keanekaragaman hayati laut Indonesia.

Koswara juga memberikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat masyarakat yang berkoordinasi dengan aparat dan pemerintah setempat.

"Respons cepat sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan dan dampak lingkungan. Ini contoh baik keterlibatan masyarakat dalam pelestarian laut,” ujarnya.

KKP menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat lokal, dan masyarakat dalam merespons kejadian mamalia laut terdampar, sekaligus memperkuat edukasi tentang pentingnya konservasi laut di wilayah pesisir.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian biota laut, khususnya mamalia laut yang terancam punah, demi keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.