Gereja Katolik Lebak gelar misa doakan wafatnya Paus Fransiskus

Selasa, 22 Apr 2025, 21:35 WIB

Lebak -- Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menggelar misa untuk mendoakan wafatnya Paus Fransiskus yang dihadiri ratusan orang jemaat.

"Kita sangat terkejut wafatnya Paus Fransiskus hanya berselang 1 hari setelah umat Katolik seluruh dunia merayakan Paskah Kebangkitan Yesus," kata Humas Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung Kabupaten Lebak Toto Nurbertus di Lebak, Selasa.

Ket. Foto: Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung Kabupaten Lebak menggelar misa untuk mendoakan wafatnya Paus Fransiskus. — Sumber: ANTARA/Mansyur

Umat Katolik Rangkasbitung Kabupaten Lebak menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Paus Fransiskus, meski seluruh umat sudah tahu bahwa dua tahun belakangan ini kesehatannya memang memburuk di usia menjelang 89 tahun.

Kehilangan sosok Paus bagi umat Katolik adalah peristiwa besar yang tentunya wajib diperingati dalam bentuk doa dan misa diseluruh Gereja Katolik sedunia.

Apalagi bagi umat Katolik di Indonesia, tentu masih sangat terasa atas kehadiran beliau di Jakarta tahun 2024 yang sangat memberi arti dan contoh sebagai Pemimpin Rohani yang selalu berusaha memperhatikan dan mendatangi umatnya walau berada ditempat yang jauh seperti Indonesia dan Papua Nugini.

"Dengan kondisi kesehatan kurang baik, beliau tetap melayani dan menyapa umat Katolik," katanya.

Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan keadaan keluarga Katolik, kaum muda, para lanjut usia , dan sangat memperhatikan ekologi dunia, karena ia sangat prihatin dengan kondisi lingkungan dunia saat ini dimana eksploitasi alam sudah sangat melebihi batas kewajaran.

Paus mengingatkan para pemimpin dunia dan PBB untuk segera melakukan perubahan-perubahan kebijakan demi terjaganya kondisi dan ekosistem dunia yang layak dan pantas bagi kehidupan umat manusia.

"Kami berharap semoga sepeninggal Bapak Paus Fransiskus , kebijakan -kebijakan ekologi global segera dilakukan oleh para pemimpin dunia dan badan-badan internasional," katanya.

Ia mengatakan Paus Fransiskus telah pergi, namun warisan semangat dan kampanye perbaikan ekologi tetap akan dilakukan baik di internal gereja dan umat Katolik maupun seluruh penduduk dunia.

Selain itu juga kesederhanaan dan keramahan Paus patut diteladani oleh umat Katolik juga saling menghargai, menghormati dan tolong menolong sehingga dapat membawa kedamaian serta kesejahteraan.

Pelaksanaan ibadah misa untuk mendoakan wafatnya Paus Fransiskus dipimpin Romo Antonius Garbito Pamboaji dengan khusyu dan khidmat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.