Organisasi dan Komunitas Keris Tolak Keras Pencanangan Hari Keris 19 April oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Minggu, 20 Apr 2025, 12:25 WIB

YOGYAKARTA — Keputusan Menteri Kebudayaan Fadli Zon mencanangkan 19 April sebagai Hari Keris Nasional menuai reaksi keras dari komunitas perkerisan di berbagai daerah. Mereka menyebut langkah tersebut tidak melalui proses dialog yang adil dan terbuka dengan para pemangku kepentingan budaya.

Organisasi nasional Senapati Nusantara yang berbasis di Yogyakarta, menyatakan penolakan terhadap pencanangan tersebut. Wakil Sekjen Senapati Nusantara, Nurjianto, mengatakan bahwa keputusan Menteri Kebudayaan telah mengabaikan aspirasi masyarakat akar rumput dan hasil kajian yang sudah lama disusun bersama komunitas keris sejak 2018.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Senapati Nusantara

“Negara seharusnya tidak bertindak sepihak dalam urusan budaya. Keris adalah warisan kolektif, bukan milik satu organisasi,” ujar Nurjianto atau yang akrab dipanggil sebagai Gus Poleng ini dalam rilis pers Minggu (20/4/2025).

Nurjianto benar-benar tidak habis pikir dengan Menteri Kebudayaan yang baru saja menjabat langsung mencanangkan hari keris nasional tanpa berdialog dengan pelaku kebudayaan keris lainnya.

"Kita sampai ngelus dada, kok ada arogansi semacam ini. Padahal katanya Presiden Prabowo benar-benar ingin mengabdikan hidupnya untuk rakyat? Menterinya kok malah main kuasa seperti ini?," tandas Nurjianto.

Di Trenggalek, Ketua Paguyuban Panji Patrem, Mambaudin, mempertanyakan dasar penetapan tanggal tersebut, yang menurutnya tidak memiliki legitimasi historis yang kuat dibandingkan tanggal 25 November—hari pengakuan keris oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Kami sudah lama menjadikan 25 November sebagai Hari Keris karena punya makna historis internasional. Tiba-tiba 19 April dijadikan Hari Keris hanya karena hari lahir SNKI? Itu menyakitkan,” ucapnya.

Penolakan tegas juga datang dari Bambang Kabdono, Ketua Paguyuban Keris Purwakarta. Ia menyebut penetapan berdasarkan hari lahir SNKI (Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia) sebagai bentuk pengingkaran terhadap keberagaman organisasi keris di Indonesia.

“Menganggap hari lahir SNKI sebagai Hari Keris berarti negara menghapus eksistensi organisasi lain. Itu seperti menyatakan rakyat di luar SNKI tidak ada. Ini pelecehan terhadap masyarakat budaya,” tegasnya.

Puluhan anggota Senapati Nusantara menggelar aksi protes damai di depan Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu pagi. Aksi serupa juga digelar di Trenggalek oleh komunitas keris lokal yang menyampaikan pernyataan resmi ke pemerintah daerah.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.