Inflasi, Harga Beras di Jepang Melambung

Sabtu, 19 Apr 2025, 08:36 WIB

TOKYO - Harga beras di Jepang bulan lalu hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan, Jumat (18/4), karena inflasi inti meningkat di ekonomi nomor empat dunia itu.

Harga gandum melonjak dalam beberapa bulan terakhir, mendorong pemerintah Jepang untuk melepaskan sebagian persediaan daruratnya ke pasar.

Ket. Foto: Seorang pria berjalan di gudang beras di Prefecture Saitama, sebelah utara Tokyo. — Sumber: AFP/JIJI

Tidak termasuk makanan segar, harga konsumen naik 3,2 persen pada bulan Maret secara tahunan dibandingkan dengan 3,0 persen pada bulan Februari, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Tidak termasuk energi, harga naik 2,9 persen bulan lalu, naik dari 2,6 persen pada Februari. Namun inflasi keseluruhan turun menjadi 3,6 persen dari 3,7 persen.

Top of Form

Bottom of Form

Data tersebut kemungkinan akan memperkuat ekspektasi bahwa Bank Jepang akan menaikkan suku bunga, dengan inflasi di atas target BoJ sebesar 2 persen selama hampir tiga tahun.

Namun, ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump dapat mendorong bank sentral untuk tetap berpegang pada pendiriannya saat ini.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa harga produk makanan segar dan non-segar naik, begitu pula biaya hotel.

Namun, harga gandum mengalami kenaikan terbesar, naik 25,4 persen. Harga beras mencatat kenaikan besar 92,5 persen, didorong oleh kekurangan bahan pokok tersebut.

Faktor di balik kekurangan tersebut antara lain panen yang buruk akibat cuaca panas pada tahun 2023 dan panic buying yang dipicu oleh peringatan gempa besar tahun lalu.

Jumlah wisatawan yang mencapai rekor juga dianggap sebagai faktor meningkatnya konsumsi, beberapa pedagang diyakini menimbun gandum.

Pemerintah Jepang mulai melelang stok berasnya bulan lalu, pertama kali sejak dimulai tahun 1995.

Pemerintah sejauh ini telah melepaskan sekitar 210.000 ton dan berencana untuk melelang 100.000 ton lagi bulan ini, kata pihak berwenang awal bulan ini.

Beras juga tampaknya menjadi salah satu faktor dalam tarif tinggi yang diberlakukan Trump sebesar 24 persen pada impor Jepang ke Amerika Serikat, yang saat ini dihentikan sementara.

Gedung Putih menuduh Jepang mengenakan tarif 700 persen terhadap impor beras AS, sebuah klaim yang disebut menteri pertanian Jepang "tidak dapat dipahami".

Namun bukan hanya beras; harga kubis juga meroket, termasuk hingga 111,6 persen pada bulan Maret dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Cuaca panas musim panas yang memecahkan rekor dan hujan lebat merusak tanaman, sehingga menaikkan harga sayur-sayuran berdaun hijau tersebut dalam apa yang media sebut sebagai "kejutan kubis".

Meningkatnya harga telah meningkatkan tekanan pada pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba untuk berbuat lebih banyak guna membantu konsumen.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Erdogan Ajak Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan

Keren Tak Cuma Atasi Kerusuhan, Mobil Water Canon Polres Kudus Kini Dipakai Salurkan Air Bersih

Kebakaran Hutan Mengamuk di Eropa, Cuaca Panas dan Kering Jadi Penyebabnya

Rano Karno Gagas Serial AI “Rimba Raya”, Ajak Generasi Muda Kembali Cintai Alam

Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda

Korsel Buka Jalan Damai dengan Korut, Tekad Akhiri Konflik Makin Kuat

Mengagetkan! Koops TNI Habema Amankan Senjata Diduga Milik OPM di Ugimba

Gawat Gempa NTT Picu Ancaman Baru! Badan Geologi Ingatkan Bahaya Turutan Likuefaksi

Terobosan Baru Pemkab Bangka Tengah, UMKM Dipermudah Dapat Modal Usaha

Kabar Baik untuk Seniman Kepri! Kemenkum Dampingi Pencatatan Hak Cipta Karya Lagu dan Lukis

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.