Tertekan Dua Arah, Rupiah Bisa Merosot Lebih Dalam
Kamis, 17 Apr 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan ganda baik dari faktor internal maupun eksternal sehingga berpotensi tertekan lebih dalam ke level 20 ribu rupiah per dollar AS tahun ini.
Pengamat pasar keuangan, Ferry Latuhihin mengatakan serangan internal terkait dengan rapuhnya daya tahan fiskal karena program-program ultra populis yang dikabarkan membutuhkan dana sampai 300 triliun rupiah.
Sedangkan, dari sisi eksternal, pelemahan rupiah jelasnya dipicu dinamika global, khususnya kebijakan tarif proteksionis yang kembali digaungkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
âKebijakan tarif Trump mengguncang pasar keuangan dunia. Sebagai soft currency, rupiah terkena imbasnya,â jelasnya.
Selama kedua tekanan tersebut masih berlangsung, maka pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Ia juga mengingatkan bahwa risiko semakin besar apabila peringkat utang (sovereign rating) Indonesia diturunkan oleh lembaga pemeringkat internasional.
âKalau sovereign rating kita sampai mengalami down grade, saya khawatir dollar akan benar-benar tembus 20 ribu rupiah per dollar AS,â katanya.
Sementara itu, analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah terbatas karena penurunan tingkat kepercayaan konsumen dan penurunan tingkat penjualan mobil.
âMasyarakat cenderung bijaksana dalam pengeluaran dan investasi yang tercermin dari meningkatnya permintaan emas akhir-akhir ini,â kata Lukman kepada Antara di Jakarta, Rabu (16/4).
Faktor lain pelemahan kurs rupiah ialah kekhawatiran investor atas perang tarif yang dilancarkan AS, terutama pasca boikot Tiongkok atas pengiriman pesawat Boeing. âBoikot Tiongkok atas Boeing adalah sikap yang keras, mengingat penjualan Boeing di Tiongkok mencapai 20 persen dari total global. Hal itu menunjukkan potensi meningkatnya tensi eskalasi antara AS dan Tiongkok,â kata Lukman.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu pagi di Jakarta, menguat sebesar 8 poin atau 0,05 persen ke level 16.819 per dollar AS dan pada penutupan perdagangan sore kembali melemah 10 poin ke posisi 16.837 per dollar AS dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 16.827 per dollar AS.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
10 Pemain dengan Penjualan Termahal Serie A Musim Panas 2026, Marco Palestra di Puncak
-
WALHI Gorontalo Dampingi Warga Bonepantai yang Menolak Tambang PT CBM.
-
Bacitra Tak Lagi Gratis? Balikpapan Siapkan Rp17 Miliar untuk Kelola Sendiri
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.