RUPST Bank bjb Sepakat Bagikan Dividen Rp896,95 Miliar, Per Saham Dapat 65,50 Persen
Kamis, 17 Apr 2025, 17:15 WIBBANDUNG â PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) sepakat membagikan dividen sebesar 896,95 miliar rupiah (Rp896.953.074.238) untuk Tahun Buku 2024.
Pemegang saham akan mendapatkan dividen tunai senilai 85,25 rupiah per saham. Angka tersebut setara dengan 65,50 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh bjb di Tahun Buku 2024 sebesar 1,36 triliun rupiah (Rp1.369.462.904.109).
Kesepakatan itu didasarkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang berlangsung secara hybrid, dengan kehadiran fisik terbatas di Menara Bank BJB Bandung serta partisipasi daring melalui platform eASY.KSEI, Rabu (16/4).
âRUPST menjadi wadah penting dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada arah dan pertumbuhan perusahaan ke depan,â kata Corporate Secretary Ayi Subarna dalam keterangan resminya Kamis (17/4).
Menurut Ayi, ada tujuh agenda utama untuk dibahas dan diputuskan dalam RUPST tersebut. Agenda-agenda tersebut disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan, usulan pemegang saham utama, serta kepentingan strategis korporasi dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Agenda pertama mencakup persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2024. Dengan persetujuan ini, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Komisaris atas kinerja yang dijalankan selama tahun 2024.
Agenda kedua adalah penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2024 termasuk pembagian dividen untuk Tahun Buku 2024, yakni sebesar Rp896.953.074.238,- atau Rp85,25 per lembar saham. Angka tersebut setara dengan 65,50% dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh bank bjb di Tahun Buku 2024 sebesar Rp1.369.462.904.109,-. Kebijakan dividen tersebut menjadi bukti bahwa kinerja keuangan bank bjb mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Agenda ketiga akan meminta persetujuan atas penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2025. Dewan Komisaris akan diberi kewenangan menunjuk auditor independen yang memenuhi kualifikasi, memiliki izin resmi, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Agenda keempat menyangkut pembaruan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) bank bjb. Rencana ini merupakan bagian dari sistem mitigasi risiko yang proaktif, disusun untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi makro dan menjaga kesinambungan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Selanjutnya, jelas Ayi, agenda kelima berisi laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum, yang meliputi Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Tahap I, Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I, serta Surat Berharga Perpetual. Laporan ini bersifat informatif, namun penting untuk menunjukkan transparansi kepada investor.
Agenda keenam mengusung rencana restrukturisasi organisasi. Langkah ini dipandang krusial untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas perusahaan terhadap perubahan struktur pasar, sekaligus memperkuat fleksibilitas organisasi dalam menjalankan berbagai inisiatif transformasi.
Untuk agenda terakhir, terang Ayi menyangkut perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini mencakup pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Beberapa jabatan baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit Proper Test), maka susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi bank bjb terdiri Komisaris Utama Independen Wowiek Prasantyo, komisaris Herman Suryatman, Rudie Kusmayadi, Tomsi Tohir. Komisaris Independen Helmy Yahya dan Novian Herodwijanto.
RUPST ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Bank bjb dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Barat dan Banten. Bank bjb juga mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2024. Laba bersih mencapai 1,3 triliun rupiah dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga di level 2.22 persen. Total aset meningkat menjadi 219,9 triliun rupiah, menjadikan Bank BJB sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia.
Berita Terkait:
-
Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Fesyen Nasional Berbasis Potensi Daerah
-
Konsisten Bagikan Dividen, IOH Perkuat Penciptaan Nilai Jangka Panjang
-
Tuchel Dalam Tekanan Jelang Laga Kualifikasi, Inggris Mulai Hitung Mundur Menuju Piala Dunia
-
2 Solusi Ditawarkan Dindik Jatim untuk Murid Terdampak Gangguan Teknis SPMB
-
Presiden Prabowo Tinjau Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan Agam
-
Pemprov Maluku-Undip jajaki kerja sama teknologi penyedia air bersih
-
bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp221,4 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.