Kekeringan Mengancam Bekasi: Perumda Tirta Bhagasasi Siapkan Pasokan Air, Bagaimana Cara Ajukannya?

Rabu, 17 Jun 2026, 02:25 WIB

KABUPATEN BEKASI - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersiaga memasok bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

"Sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan masyarakat, terlebih dalam kondisi kesulitan akses air bersih bagi warga terdampak kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi," kata Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan di Cikarang, Selasa.

Ket. Foto: Distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada musim kemarau tahun 2024 lalu. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Reza menjelaskan bantuan air bersih tersebut juga menjadi bagian dari visi perusahaan dalam mengoptimalkan pelayanan publik, di samping upaya meningkatkan pendapatan melalui lini usaha yang dijalankan.

Penyaluran bantuan diperkuat melalui kerja sama antara Perumda Tirta Bhagasasi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dalam penanganan darurat kekeringan.

Dalam kerja sama itu, Perumda Tirta Bhagasasi bertugas menyediakan pasokan air bersih, sedangkan BPBD mengerahkan armada truk tangki untuk mendistribusikannya ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap kondisi darurat. Kami siap membantu BPBD karena memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Ia mengaku hingga saat ini belum menerima permintaan bantuan air bersih secara langsung dari masyarakat. Namun, warga terdampak dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa untuk diteruskan ke kecamatan dan BPBD.

Menurut Reza, perusahaan siap menyalurkan bantuan melalui kantor cabang maupun koordinasi dengan BPBD, sebagaimana yang telah dilakukan selama bertahun-tahun saat musim kemarau maupun banjir.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan sedikitnya 1.650 jiwa dari 641 kepala keluarga di dua desa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Dua wilayah terdampak tersebut yakni Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.

Menurut Muchlis, Desa Ridogalih menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Sebanyak 800 jiwa dari 296 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat tidak turun hujan selama lebih dari satu bulan.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Nagasari sehingga pasokan air bersih masih dibutuhkan warga setempat.

BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak melalui armada truk tangki dengan pasokan dari kantor cabang Perumda Tirta Bhagasasi terdekat.

"Kami terus berkoordinasi dengan aparatur wilayah untuk memastikan distribusi berjalan optimal. Penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan," kata Muchlis.

Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Masyarakat di daerah rawan kekeringan diminta menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kesulitan memperoleh air bersih kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, warga di wilayah rawan banjir tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat memicu genangan maupun luapan sungai.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan BPBD guna meminimalkan risiko bencana.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.