Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting: Bukan Sekadar Program, tapi Budaya
Rabu, 16 Apr 2025, 13:07 WIBSEMARANG â Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menunjukkan keseriusannya dalam menurunkan angka stunting dengan mengusung pendekatan kolaboratif lintas sektor serta mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam talkshow bertajuk âInovasi untuk Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stuntingâ yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/4).
Dalam forum dialog yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Agustina menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting tak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan butuh gerakan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
âStunting bukan hanya soal gizi, tapi soal kualitas masa depan bangsa. Karena itu, penanganannya harus dimulai sejak diniâbahkan sejak dalam kandungan. Ini bukan sekadar program, tapi budaya baru yang harus kita bangun bersama,â ungkap Agustina.
Meski prevalensi stunting di Kota Semarang secara jangka panjang terus menurunâdari 29,7 persen pada tahun 2019 menjadi 10,4 persen pada 2023âAgustina mengakui bahwa lonjakan kasus masih bisa terjadi.
Pada Februari 2025, tercatat kasus stunting mencapai 2.194 anak atau 2,75 persen, meningkat dari 1,04 persen pada Januari di tahun yang sama.
âKami menyadari, ini bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam semalam. Meski capaian kita bagus, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Ini menunjukkan bahwa kerja kita belum boleh berhenti,â katanya.
Dorong Inovasi
Sebagai bentuk konkret komitmen, Pemkot Semarang tengah menyiapkan regulasi baru dalam bentuk Peraturan Wali Kota dan pembaruan Surat Keputusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sistem dan mempercepat aksi lapangan secara lebih terarah.
âKita butuh fondasi yang kuat agar setiap gerakan tidak hanya sesaat, tetapi berkelanjutan dan punya dampak nyata,â ujar Agustina.
Pemkot Semarang juga telah meluncurkan berbagai program inovatif seperti TUGU MUDA, SANPIISAN, Pelangi Nusantara, Daycare Rumah Pelita, DASHAT, dan Web Siaga Stuntingâsemuanya didorong melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan CSR, termasuk dari Tanoto Foundation.
Talkshow yang digelar ini melibatkan fasilitator provinsi SKPP, perwakilan Bappeda Jawa Tengah, serta lembaga swasta seperti Tanoto Foundation yang selama ini aktif mendukung penanganan stunting melalui program Rumah Anak SIGAP, pelatihan PMBA, hingga kampanye perubahan perilaku berbasis masyarakat.
Agustina pun menutup dengan ajakan kolaboratif, âKita tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga, semua harus ambil bagian. Ini tugas kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi.â
Redaktur: Sriyono
Penulis: Henri pelupessy
Berita Terkait:
-
Kasusnya Melonjak di DKI, Combiphar Gandeng Kader PKK Lawan Risiko ISPA di Musim Pancaroba
-
Waspada Jebakan Juru Kunci, Strategi Rahasia Arteta Agar Arsenal Tak Terpeleset di Kandang Wolves
-
Leadership Talks di TIM: Gubernur Pramono Tutup Latsar CPNS 2025
-
Guncang Madrid! Janice Tjen/Aldila Sutjiadi Sikat Pasangan Eropa, Tiket 16 Besar Amankan!
-
Kolaborasi Swasta Dinilai Strategis dalam Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia
-
Berburu Takjil Ramadan, Warga Padati BKT Jakarta Timur Sambil "Ngabuburit"
-
Pertemuan bilateral Menlu Indonesia-Filipina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.