Trump Umumkan Tarif Baru untuk Semikonduktor, Targetkan Dominasi Teknologi Tiongkok

Selasa, 15 Apr 2025, 15:55 WIB

Mantan Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif baru yang secara khusus menyasar industri semikonduktor, menandai babak baru dalam ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dalam pernyataan kepada wartawan di Air Force One, Trump mengatakan tarif ini akan mulai diterapkan minggu depan, dengan sejumlah “fleksibilitas” untuk beberapa perusahaan domestik yang dianggap strategis.

Ket. Foto: — Sumber: Toms hardware

“Kami ingin menyederhanakannya untuk banyak perusahaan lain karena kami ingin membuat chip dan semikonduktor serta hal-hal lain di negara kami,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan kembali fokus Trump pada kebijakan proteksionisme dan reindustrialisasi sektor teknologi dalam negeri.

Sebelumnya, pemerintah AS telah memberikan pengecualian sementara bagi beberapa produk elektronik konsumen seperti ponsel pintar dan laptop. Namun, Trump mengisyaratkan bahwa masa tenggang ini bersifat sementara dan akan ditinjau ulang seiring masuknya tarif baru dalam waktu dua bulan.

Ia menekankan bahwa "tarif keamanan nasional" terhadap semikonduktor dan rantai pasokan elektronik kini tengah dalam penyelidikan mendalam.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick menegaskan bahwa tarif baru ini akan berbeda dari tarif timbal balik yang sebelumnya melonjak hingga 125% untuk barang-barang China. Ia menjelaskan bahwa tarif kali ini akan diberlakukan secara terpisah untuk semikonduktor, smartphone, komputer, dan bahkan produk farmasi.

Menurut Lutnick, kebijakan ini bertujuan untuk mendorong relokasi produksi ke Amerika Serikat, khususnya dalam sektor teknologi tinggi dan strategis.

Beberapa perusahaan teknologi sempat berharap pada daftar pengecualian sementara yang dirilis Bea Cukai AS, yang mencakup 20 kategori produk — mulai dari chip memori hingga layar komputer. Namun, pernyataan Trump terbaru mengisyaratkan bahwa pintu pengecualian ini bisa segera ditutup.

Tiongkok bereaksi cepat dengan menaikkan tarif terhadap impor barang dari Amerika Serikat untuk menandingi tarif 125% yang diberlakukan Washington. Namun, Beijing juga melakukan langkah cerdas dengan mengurangi impor chip buatan perusahaan AS yang diproduksi di Taiwan, sehingga mempertahankan pasokan dalam negeri tanpa terlalu bergantung pada jalur produksi yang terkena dampak tarif.

Langkah Tiongkok ini tampaknya dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi AS, sekaligus menjaga stabilitas sektor semikonduktor nasional yang sedang tumbuh pesat. Di sisi lain, pemerintah Tiongkok dikabarkan tengah meninjau kembali beberapa pengecualian yang sebelumnya diberikan terhadap produk semikonduktor dari AS, yang bisa membuka jalan bagi tindakan balasan tambahan.

Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer menyampaikan bahwa Washington tengah menjajaki perjanjian dagang baru dengan mitra-mitra strategis seperti Uni Eropa, Jepang, India, dan Korea Selatan. Menariknya, Greer menyebutkan bahwa tidak ada dialog aktif dengan Presiden Xi Jinping saat ini, dan menyalahkan Beijing atas meningkatnya eskalasi konflik dagang.

Langkah Trump menandai pendekatan yang lebih agresif terhadap dominasi teknologi Tiongkok, khususnya di sektor semikonduktor yang vital. Meskipun bisa memperkuat industri dalam negeri, kebijakan ini juga meningkatkan risiko gangguan pasokan global, memicu respons balasan dari Tiongkok, dan memperbesar ketidakpastian di pasar teknologi global.

Namun, dengan pemilihan presiden AS mendekat, kebijakan ini bisa menjadi sinyal politik kuat yang menunjukkan tekad Trump untuk “membawa kembali industri teknologi tinggi ke tanah air” — meskipun dengan konsekuensi geopolitik dan ekonomi yang tidak ringan.

  • Kebijakan Tarif Timbal Balik AS
  • Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.