Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Urbanisasi Pasca Mudik
Senin, 14 Apr 2025, 23:19 WIBJAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga (Unair), Muhammad Nafik Hadi Riyanto, mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu terlalu mengkhawatirkan arus urbanisasi. Menurutnya, urbanisasi adalah peristiwa biasa yang harus diambil sisi positifnya.
"Perlu diingat bahwa di perkotaan dan para kepala daerah juga warga urban di sini. Datangnya orang pindah itu ada potensi ekonomi," ujar Nafik, dalam diskusi bertajuk Tertib Sosial Budaya Mudik dan Kekuatan Ekonomi Umat, yang diakses Senin (14/4).
Dia menekankan, penting untuk memberi kesempatan berkembang karena warga urban memberikan potensi ekonomi yang baru. Dia meminta kepada warga yang ingin mencari peruntungan di kota untuk tertib aturan, menjaga diri, dan selalu melakukan kegiatan positif.
"Pada akhirnya sumber daya dapat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain karena urbanisasi yang ada," jelasnya.
Sementara itu, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair, Karnaji, mengungkapkan, hadirnya budaya mudik karena dalam agama Islam terdapat silaturahmi dan saling membantu keluarga satu sama lain. Kemudian mengacu pada istilah gemeinschaft by blood dalam ilmu sosiologi berarti keluarga memiliki ikatan sedarah yang kuat.
Dia menjelaskan, upaya merekatkan rasa solidaritas dipengaruhi oleh beberapa alasan yaitu silaturahmi dan ikatan ekonomi dalam keluarga. Oleh karena itu, setelah mudik akan ada arus urbanisasi yang padat.
"Mudik di sini tingkatannya yaitu ikatan darah. Sanak keluarga seperti bibi, paman, cucu dan sebagainya yang berkumpul. Nah, mudik di Indonesia ini menjadi fenomena yang kuat. Hal ini memang dibahas dalam kajian sosiologi yang dimaksud dengan gemeinschaft tersebut,â ucapnya.
Karnaji juga menekankan, karakter urbanisasi tidak perlu dikhawatirkan karena pasti ada jaminan di tempat perantauan. Menurutnya, kota tidak perlu menutup akses karena sudah ada garansi yang menjamin dari segi ekonomi.
"Ikatan Mudik dalam hal ini bukan hanya silaturahmi semata akan tetapi ikatan lainnya yaitu membantu dan berbagi kuat sekali. Sehingga di berbagai kota menjadi masalah sendiri dan urbanisasi semakin padat," tuturnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Posko PMI Kota Semarang Melayani 15 Pemudik per Hari
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
-
Posko Pesona Keluarga untuk Pemudik di Pelabuhan Telaga Punggur Batam
-
Kapal Laut jadi Sarana Pulang kampung karena Harga Terjangkau
-
Peluncuran Program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik”
-
Jalur Sukabumi Macet 8 Jam, Tiba di Bandung Malah Gigit Jari: Curhat Pilu Pemudik Kehabisan Bus ke Majalaya
-
Jalan Raya Kalimalang Mulai Dipadati Pemudik Bermotor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.