Jepang dan Amerika Serikat Akan Bahas Tarif Trump Pekan Ini

Senin, 14 Apr 2025, 01:00 WIB

Tokyo - Jepang dan Amerika Serikat (AS) berencana mengadakan pembicaraan tingkat menteri pada Kamis (17/4) untuk membahas tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang dekat dengan isu tersebut pada akhir pekan lalu

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa, yang merupakan pembantu dekat Perdana Menteri Shigeru Ishiba, diperkirakan akan mendorong tercapainya kesepakatan luas. Fokus pembicaraan akan mencakup hambatan nontarif, investasi, serta kerja sama energi di sektor-sektor yang sangat diminati oleh Trump.

Ket. Foto: Menteri baru Jepang yang bertanggung jawab atas keamanan ekonomi, Ryosei Akazawa (kedua dari kiri), tiba di kantor perdana menteri di Tokyo, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/Yuichi YAMAZAKI

Seperti dikutip dari Antara, dalam percakapan telepon dengan Trump pada Senin sebelumnya, Ishiba mengusulkan agar dilakukan negosiasi yang mencakup berbagai isu. Ia tampaknya meyakini bahwa pembicaraan yang menyeluruh dapat membuka peluang tercapainya konsesi atas serangkaian tarif AS yang ia anggap telah membawa ekonomi Asia menuju "krisis nasional".

Pada Selasa, Ishiba menunjuk Akazawa untuk memimpin pembicaraan tarif dengan pihak AS. Akazawa dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang yang telah ditunjuk langsung oleh Trump untuk menangani isu ini.

Bessent menilai bahwa Jepang masih mempertahankan hambatan nontarif yang tinggi, dan mengisyaratkan bahwa nilai tukar serta subsidi pemerintah juga mungkin masuk dalam agenda pembahasan.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Dagang AS mengeluhkan adanya berbagai hambatan nontarif yang dianggap menghalangi akses ke pasar otomotif Jepang. Contohnya termasuk standar keselamatan dan subsidi untuk kendaraan berbasis energi bersih.

Negosiasi diperkirakan akan berlangsung alot, mengingat AS juga kemungkinan akan menuntut agar Jepang meningkatkan anggaran pertahanannya sendiri, atau membayar lebih untuk menampung pasukan militer AS yang ditempatkan di Jepang.

Pasar Domestik

Trump mengejutkan dunia pekan lalu dengan mengumumkan tarif besar-besaran yang bertujuan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bergaji tinggi bagi warga Amerika. Hampir semua negara dikenai tarif dasar sebesar 10 persen, sementara puluhan mitra dagang menghadapi tarif yang lebih tinggi.

Kurang dari 24 jam setelah tarif sebesar 24 persen diberlakukan terhadap Jepang, Trump mengumumkan jeda selama 90 hari untuk penerapan tarif khusus bagi sebagian besar mitra dagang, termasuk Jepang.

Namun demikian, tarif 25 persen untuk mobil yang mulai berlaku pada 3 April, serta pungutan dasar 10 persen untuk semua impor yang diberlakukan sejak Sabtu, tetap diberlakukan.

  • perang tarif

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.