Brunei Catat Penurunan Angka Kematian Ibu selama Dua Dekade Terakhir

Senin, 14 Apr 2025, 18:42 WIB

BANDAR SERI BEGAWAN - Brunei Darussalam mencatatkan penurunan angka kematian ibu yang signifikan selama dua dekade terakhir, demikian disampaikan Menteri Kesehatan Brunei Darussalam Mohd Isham Jaafar.

Rasio kematian ibu untuk periode 2018 hingga 2023 di Brunei Darussalam berada di kisaran nol hingga 32,4 untuk setiap 100.000 kelahiran, yang artinya nol hingga dua kematian per tahun, kata Jaafar pada Senin (14/4) bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Sedunia.

Ket. Foto: Pusat ibu kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam — Sumber: AFP

Dikatakan oleh Jaafar bahwa rasio kematian ibu terbaru untuk tahun 2023 adalah 15,9 per 100.000 kelahiran atau satu kematian per tahun.

Dalam 50 hingga 60 tahun terakhir, Brunei Darussalam telah mencapai penurunan positif dalam angka kematian ibu dan anak.

Meski demikian, kata Jaafar, bukan berarti penurunan selanjutnya akan mudah dicapai, terutama dengan meningkatnya penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas di kalangan perempuan muda usia subur. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.