Badai Angin Beku dari Mongolia Kacaukan Perjalanan di Tiongkok

Sabtu, 12 Apr 2025, 14:48 WIB

BEIJING - Angin kencang menyebabkan malapetaka di Beijing dan sebagian wilayah Tiongkok utara pada Sabtu (12/4), memaksa ratusan penerbangan dibatalkan, tempat wisata ditutup dan jalur kereta dihentikan, kata media pemerintah.

Dari The Guardian, angin kencang tersebut terutama berasal dari sistem pusaran dingin yang terbentuk di atas Mongolia yang bergerak ke timur dan selatan, melanda Tiongkok utara mulai Jumat hingga akhir pekan, kata Badan Meteorologi Tiongkok (CMA).

Ket. Foto: Sisa-sisa bangunan setelah angin kencang menerbangkannya di Fuyang, provinsi Anhui, Tiongkok timur, pada hari Sabtu (12/4). Penerbangan dibatalkan, layanan kereta dihentikan dan tempat wisata ditutup karena kecepatan angin yang pecahkan rekor. — Sumber: Istimewa

Suhu di ibu kota diperkirakan turun 12 derajat Celsius pada hari Sabtu, dan para ahli meteorologi memperingatkan bahwa kecepatan angin dapat menyamai atau melampaui rekor April 1951.

Kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan bahwa hembusan angin berkecepatan hingga 150 km/jam (93 mil/jam) diperkirakan terjadi.

Beijing sebelumnya mengeluarkan peringatan oranye pertamanya – tingkat tertinggi kedua – untuk angin kencang dalam satu dekade untuk akhir pekan ini.

Hingga Sabtu pagi, 413 penerbangan di bandara internasional Ibu Kota Beijing telah dibatalkan, kata lembaga penyiaran pemerintah CCTV.

Layanan kereta api termasuk jalur kereta bawah tanah ekspres bandara dan beberapa jalur kereta berkecepatan tinggi juga telah ditangguhkan, CCTV menambahkan.

Tempat wisata termasuk Istana Musim Panas, Kuil Surga, kebun binatang Beijing dan taman hiburan Universal Studios juga ditutup sementara pada hari Sabtu.

Hampir 300 pohon di ibu kota Tiongkok tumbang dan 19 kendaraan rusak, kata CCTV, seraya menambahkan bahwa belum ada korban luka akibat angin kencang yang dilaporkan di Beijing.

Tiongkok adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia yang menurut para ilmuwan menyebabkan perubahan iklim dan membuat cuaca ekstrem lebih sering terjadi dan lebih intens.

Puluhan orang tewas dan ribuan orang dievakuasi selama badai yang menyebabkan banjir parah di seluruh negeri tahun lalu.

Pada bulan Mei, sebuah jalan raya di Tiongkok selatan ambruk setelah hujan turun selama berhari-hari, menewaskan 48 orang.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.