Sri Mulyani: Tarif AS Bisa Pangkas Pertumbuhan Indonesia hingga 0,5 Poin Persentase
Jumat, 11 Apr 2025, 04:10 WIBKUALA LUMPUR - Tarif Amerika Serikat yang direncanakan dapat mengurangi potensi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,3 hingga 0,5 poin persentase, tetapi jeda 90 hari dalam penerapan pungutan tersebut memberikan waktu untuk membahas solusi, menteri keuangan Indonesia mengatakan pada Kamis (10/4).
Menteri Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia menyambut baik jeda 90 hari karena memberikan kesempatan untuk mengurangi atau menghindari risiko penurunan dari tarif terhadap pertumbuhan ekonomi.Â
"Perkiraan situasi saat ini, sebelum jeda, dapat mengurangi potensi pertumbuhan kita antara 0,3 persen PDB hingga 0,5 persen," katanya dalam wawancara di sela-sela pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral Asean di Malaysia.
Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan PDB sebesar 5,2 persen tahun ini, dibandingkan dengan target 5,03 persen yang dicapai tahun lalu. Namun, Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan pertumbuhan tersebut menjadi 8 persen pada tahun 2029.
Pihak berwenang Indonesia mengatakan tarif AS akan berdampak terbatas pada perekonomian, yang lebih bergantung pada pasar domestik.
AS merupakan tujuan ekspor terbesar ketiga Indonesia pada tahun lalu, menerima pengiriman senilai US$26,3 miliar, menurut data pemerintah Indonesia.
Sri Mulyani mengatakan Indonesia akan memanfaatkan jeda tarif 90 hari untuk menghasilkan kerangka kerja sama yang "saling dihormati" oleh negara lain.
"Kita harus terus bersikap sangat hati-hati... Pengeluaran harus dibuat lebih efisien, tepat sasaran, dan efektif dalam mendukung pertumbuhan di sisi moneter."
Ia mengatakan tekanan terkini terhadap mata uang rupiah, yang berada pada titik terendah sepanjang masa, bersifat sementara, seraya menambahkan pemerintah tetap fokus pada indikator-indikator seperti utang perusahaan dan rasio utang pemerintah terhadap PDB.
Nilai tukar rupiah menguat hingga 0,83 persen menjadi 16.720 rupiah per US$1 pada hari Kamis hingga pukul 05.12 GMT, menurut data LSEG, setelah mencapai titik terendah sepanjang masa selama dua hari berturut-turut sejak pasar dibuka kembali pada Selasa (8/4) . CNA/I-1
- Menkeu Sri Mulyani
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Dunia Internasional Waswas, Trump Perintahkan AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional, PBB hingga Lembaga Iklim Ditinggalkan
-
Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya
-
Pemprov Kepri Tambah Kuota Penerima Beasiswa untuk Pendidikan Tinggi di 2026
-
Aparat Gabungan TNI Bersama RSUD Mulia dan PMI Kab Puncak Jaya Evakuasi Pengungsi Korban Penembakan KKB di Distrik Sinak
-
Trump Ancam Menaikan Tarif pada India atas Pembelian Minyak Russia
-
Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk, Ekspor Indonesia ke AS Diproyeksi Naik
-
Kasus Keracunan Siswa, IDAI Warning Keras: Standar MBG Harus Diperketat!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.