Dugaan Insider Trading Menguat Dipicu Miskomunikasi Trump dengan Menterinya
Jumat, 11 Apr 2025, 16:12 WIBJAKARTA - Peningkatan kasus insider trading biasanya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, baik dari sisi internal perusahaan maupun eksternal.
Di beberapa negara atau bursa saham, penegakan hukum terhadap insider trading masih lemah. Hukuman yang ringan atau proses investigasi yang lambat bisa membuat pelaku merasa aman.
VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menilai meningkatnya spekulasi terkait adanya manipulasi pasar atau insider trading seiring miskomunikasi yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Miskomunikasi itu, pertama, dilakukan saat sidang komite DPR AS pada Rabu (9/4), yang mana perwakilan dagang AS Jamieson Greer sedang memberikan kesaksian untuk mendukung kebijakan tarif resiprokal terbaru.
Namun, Trump melalui sosial media malah menyebutkan akan menunda selama 90 hari untuk semua negara kecuali Tiongkok, kata Audi di Jakarta, Jumat (11/4).
âSehingga miskomunikasi dan koordinasi ini menimbulkan spekulasi bahwa tidak adanya transparansi dan proses pengambilan keputusan. Selain itu, DPR meminta penyelidikan untuk memastikan tidak ada pihak yang diuntungkan dengan perubahan penundaan tarif itu,â ujar Audi.
Kemudian, kedua, spekulasi pasar terkait adanya manipulasi pasar muncul seiring Trump melakukan cuitan di platform Truth Social yang berbunyi âThis is a great time to buyâ.
Setelahnya, pada keesokan harinya Trump memutuskan untuk menunda kenaikan tarif resiprokal ke berbagai negara, kecuali bagi Tiongkok.
Sehingga, keputusan itu akhirnya menyebabkan indeks-indeks di bursa saham Wall Street melonjak naik pada perdagangan Rabu (9/4).
âSehingga kami sangat menyayangkan aksi itu, meski memang ini tidak ada dalam ekonomi dan lebih bersifat tekanan diplomasi oleh Trump. Untuk tujuan Trump, kami tidak dapat memberikan spekulasi selain pada untuk mereset defisit dagang AS atas pengenaan dan juga penundaan tarif itu, â ujar Audi.
Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan Trump sedang berbicara dengan para kolega bisnisnya di dalam sebuah ruangan.
Dalam video yang beredar itu, Trump kepada para koleganya menyampaikan âHe made 2,5 miliar dolar AS, and he made 900 juta dolar ASâ.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Diburu AS dan Meksiko, Gembong Narkoba Fentanil Asal Tiongkok Ditangkap di Kuba
-
Di Sesi Retret, Prabowo Ingatkan Pentingnya Kesatuan ASEAN untuk Perdamaian Dunia
-
Komisi Informasi Pusat Apresiasi PLN
-
Batam Usulkan Empat Lokasi Baru untuk Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih 2026
-
Kemenpar Sebut Ajang DXI 2026 Perkuat Posisi Wisata Petualangan Indonesia
-
Klasemen Liga Spanyol: Menang dalam Laga El Clasico, Real Madrid Mulai Menjaga Jarak dengan Barca
-
KPK Panggil Kepala BPKAD Pati Febes Mulyono Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Sudewo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.