BNPT: Ancaman Terorisme Masih Terus Ada
Jumat, 11 Apr 2025, 03:03 WIBBNPT mengingatkan bahwa ancaman terorisme masih terus ada di berbagai kawasan dunia. Berdasarkan Global Terrorism Index 2025, jumlah negara yang mengalami satu insiden teroris pada 2024 meningkat dari 59 menjadi 66 negara.
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengingatkan bahwa ancaman terorisme masih terus ada di berbagai kawasan dunia, yang terlihat dari Indeks Terorisme Global atau Global Terrorism Index (GTI) 2025.
Dalam catatan GTI 2025, jumlah negara yang mengalami setidaknya satu insiden teroris pada tahun 2024 meningkat menjadi 66 negara dari sebelumnya 58 negara atau merupakan jumlah paling banyak yang terkena dampak sejak tahun 2018.
âTemuan GTI menggarisbawahi pentingnya kehadiran dan peran negara yang secara proaktif dapat mengurangi risiko ataupun dampak dari terorisme, meningkatkan pencegahan dan ketahanan nasional, serta mendorong kerja sama internasional,â kata Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto dalam acara Diskusi Global Terrorism Index 2025 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (10/4).
Selain itu, lanjut dia, GTI 2025 menunjukkan pula bahwa pada tahun 2024 lebih banyak negara yang memburuk daripada membaik untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, dengan 45 negara melaporkan dampak yang lebih tinggi dari terorisme, sedangkan hanya 34 negara yang menunjukkan perbaikan.
Laporan juga mencatat bahwa organisasi terlarang ISIS dan afiliasinya tetap menjadi organisasi teroris paling mematikan pada tahun lalu, yang bertanggung jawab atas 1.805 kematian di 22 negara.
Andhika menjelaskan indikator yang digunakan oleh GTI, antara lain jumlah kejadian terorisme, jumlah kematian, korban luka, dan penyanderaan.
Jadi Rujukan
Secara berkala, kata dia, indeks tersebut menjadi rujukan dan alat strategis untuk melihat posisi suatu negara terkait dampak yang ditimbulkan dari kejadian terorisme.
Bagi pemerintah Indonesia, tambah Andhika, GTI bukan sekadar alat pemeringkatan, tetapi menjadi referensi berharga dalam pengambilan keputusan untuk mengembangkan kebijakan dan memperkuat strategi penanggulangan terorisme, baik di lingkup nasional, regional, maupun global.
Untuk itu, GTI telah dirujuk oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan dicantumkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020â2024 dan RPJMN 2025â2029 sebagai indikator efektivitas penanggulangan terorisme di Indonesia.
âTemuan GTI telah mencatat secara positif kemajuan yang dicapai oleh Indonesia hingga saat ini,â ucapnya.
Adapun GTI merupakan laporan yang mengukur dampak terorisme di 163 negara, termasuk tren dan pola terorisme global. Laporan tersebut disusun oleh Institute for Economics and Peace.
BNPT juga mengungkapkan bahwa GTI 2025 mencatat kemajuan positif yang dicapai Indonesia hingga saat ini.
Berdasarkan GTI 2025, indeks Indonesia menurun menjadi level 4,17 ke peringkat 30 pada 2024 dari sebelumnya di peringkat 28 dari 163 negara. Adapun semakin rendah indeks terorisme suatu negara maka semakin rendah dampak terorismenya (skor 0-10).
Andhika tak menampik bahwa ancaman keseluruhan dari organisasi teroris di Indonesia terus menurun sepanjang 2024, yang mengindikasikan berkurangnya kapasitas operasional dari organisasi teroris yang ada. Ant/S-2
- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KPK Belum Putuskan untuk Limpahkan Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemenditisaintek ke Kejagung
-
Zelenskyy: Putin Ingin Menghindari Pembicaraan Damai dan Tetap Melanjutkan Perang di Ukraina
-
Pemprov Jatim Pererat Sinergi Dengan BNPT
-
Bupati Jember Mengajukan Pemasangan 7 Ribu Listrik Gratis
-
Bintang Muda Owen Cooper Ukir Sejarah di Emmy Awards 2025
-
BNPT Ungkap Kelompok Teror Terus Beradaptasi dengan Perubahan Zaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.