RI Tawarkan Relaksasi TKDN Produk Teknologi Informasi Asal AS
Kamis, 10 Apr 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Pemerintah Indonesia akan menyiapkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk mendorong impor produk Amerika Serikat (AS) ke Indonesia dan sebaliknya untuk menjaga daya saing produk ekspor Indonesia ke negara adidaya itu dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Duta Besar AS untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir sebagai langkah tanggapan atas tarif resiprokal AS untuk barang-barang asal Indonesia sebesar 32 persen mulai 9 April 2025, kecuali dapat dinegosiasikan lebih lanjut.
âIndonesia akan mengedepankan jalur negosiasi dan tidak melakukan tindakan retaliasi, sejalan dengan negara ASEAN lainnya. Negosiasi kita upayakan dengan revitalisasi Indonesia-US Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang sudah berlaku sejak 1996,â kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/4).
Menko mengatakan akan menempuh beberapa kebijakan strategis sebagai upaya negosiasi dalam merespons tarif AS. Diantaranya, deregulasi non-tariff measures (NTMs) melalui relaksasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sektor informasi dan komunikasi dari AS seperti GE, Apple, Oracle, dan Microsoft. Selain itu, juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan larangan dan pembatasan, hingga mempercepat proses sertifikasi halal.
Kedua negara juga mendiskusikan langkah-langkah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan barang.
Merespons hal tersebut, Dubes Kamala menyampaikan bahwa di tengah inisiatif negosiasi dengan AS dari berbagai negara yang terdampak kebijakan tarif Presiden Trump, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta berkomitmen untuk memfasilitasi upaya komunikasi dan negosiasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
âKami telah berkomunikasi dengan Secretary of Commerce dan United States Trade Representatives (USTR) terkait rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan negosiasi, dan kami siap mengatur rencana pertemuan dengan pihak strategis lainnya jika dibutuhkan,â ungkap Dubes Kamala.
Benahi Internal
Dosen Departemen Hubungan Internasional, Fisip Universitas Airlangga, Surabaya, Citra Hennida, mengatakan, untuk mengatasi kondisi perekonomian yangmenurun Pemerintah jangan lupa membenahi kondisi internal atau dalam negeri.
âPenurunan peringkat saham Indonesia oleh Morgan Stanley dan Goldman Sachs mencerminkan kinerja ekonomi yang kian memburuk,yang diperparah dampak perang dagang AS yang menekan harga komoditas ekspor seperti sawit dan batu bara, karena Tiongkok ssbagai pasar utama mengurangi produksinya akibat sanksi AS,â kata Citra.
Faktor dalam negeri jelasnya sangat berpengaruh, terutama ketidakpastian pemberantasan korupsi, defisit APBN, realisasi penerimaan negara yang rendah, kebijakan efisiensi, serta isu mundurnya pejabat ekonomi menciptakan sentimen negatif di pasar modal.
- Kebijakan Tarif Timbal Balik AS
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Umumkan Tarif Baru untuk Semikonduktor, Targetkan Dominasi Teknologi Tiongkok
-
Airlangga: RI Tempuh Negosiasi Guna Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS
-
Pasar Saham Asia Menguat Drastis Setelah Penundaan Tarif oleh Trump
-
Tiongkok Cabut Larangan Boeing Usai Pembicaraan Dagang AS
-
Trump Minta Warga AS Tegar Hadapi Dampak Tarif
-
Imbas Tarif Trump, Harga iPhone Bakal Meroket Lebih dari Tiga Kali Lipat
-
Trump Ancam Tarif Tambahan untuk Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.