Trump dan Ishiba Bahas Kebijakan Tarif via Telepon

Rabu, 09 Apr 2025, 01:00 WIB

Tokyo - Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump via telepon pada Senin (7/4) malam waktu setempat untuk membahas tarif baru AS, sebut media setempat.

Ishiba mengatakan kepada Trump bahwa mereka harus mengupayakan kerja sama yang dapat menguntungkan kedua negara, alih-alih tarif, seraya menyatakan kekhawatiran tarif AS dapat melemahkan kapasitas investasi perusahaan-perusahaan Jepang, lapor Kyodo News.

Seperti dikutip dari Antara, pembicaraan via telepon itu merupakan interaksi pertama antara kedua pemimpin sejak Trump meluncurkan serangkaian tarif baru pada Rabu (2/4), yang memberlakukan tarif dasar 10 persen untuk impor dari semua mitra dagang dan tarif yang lebih tinggi untuk mitra-mitra dagang tertentu.

Ket. Foto: Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba berbicara dalam konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Tokyo, awal bulan ini. — Sumber: AFP/Nicolas Datiche


Dengan Jepang yang dikenai tarif sebesar 24 persen, menjadikannya sebagai salah satu negara dan kawasan yang terdampak paling berat dalam daftar itu, Tokyo terus berusaha untuk mendapatkan pengecualian.


Setelah pembicaraan itu, Ishiba mengatakan kepada para wartawan bahwa dia dan Trump sepakat masalah tersebut harus didiskusikan lebih lanjut oleh para menteri mereka.

Ishiba juga mengatakan akan mengunjungi AS pada waktu yang tepat.


Para pejabat Jepang telah berulang kali meminta AS untuk membebaskan Jepang dari kebijakan tarif, menekankan posisi negara tersebut sebagai investor asing langsung terbesar di AS selama lima tahun berturut-turut hingga 2023.

Kunjungi AS

PM Shigeru Ishiba menyatakan, dirinya siap bersedia kembali bertemu Presiden Trump guna membahas kebijakan tarif.

Ishiba mengatakan dia akan menegaskan bahwa Jepang tidak melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

“Kita harus menyampaikan secara menyeluruh apa yang akan kita lakukan,” ujar Ishiba dalam rapat komite parlemen saat ditanya soal kemungkinan kunjungannya ke Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa investasi Jepang telah berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja di AS.

“Kita harus dengan jelas menegaskan bahwa Jepang tidak melakukan tindakan yang merugikan,” lanjutnya, merujuk pada pernyataan Trump sebelumnya yang menuduh mitra dagang AS “memeras” negara tersebut, sebagaimana terlihat dari defisit perdagangan yang besar.

Pernyataan Ishiba muncul di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan tarif timbal balik Trump yang luas, termasuk terhadap Jepang, akan berdampak signifikan pada perekonomian Jepang yang bergantung pada ekspor. Langkah itu bahkan telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham Jepang dan AS.

Ishiba berjanji akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tarif AS tidak berdampak buruk terhadap pembiayaan dan lapangan kerja, khususnya di sektor usaha kecil Jepang.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.