Nikkei Jepang Anjlok, Yen Menguat Karena Tarif AS

Rabu, 09 Apr 2025, 15:05 WIB

TOKYO - Saham Tokyo memperpanjang kerugian pada Rabu (9/4) dan yen melonjak terhadap dollar setelah tarif AS terhadap sejumlah negara termasuk Jepang mulai berlaku.

Sekitar setengah jam setelah pungutan diberlakukan, indeks Nikkei 225 turun 4,86 ??persen menjadi 31.407,66. Yen menguat 1,1 persen menjadi 144,73 per dollar.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Kazuhiro Nogi

Di antara saham Asia lainnya pada perdagangan tengah hari, KOSPI Korea Selatan turun 2 persen menjadi 2.286,73 pada pukul 14.43 waktu setempat. Indeks Straits Times Singapura turun 2,3 persen menjadi 3.389,41 pada pukul 13.59.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,5 persen menjadi 20.025,54 poin pada pukul 1.56 siang waktu setempat.

Indeks Komposit Shanghai sebelumnya turun 1,13 persen pada awal perdagangan tetapi pulih pada tengah hari, naik 0,87 persen menjadi 3.172,76 poin.

Sementara itu, saham Taiwan ditutup turun 5,8 persen pada hari Rabu, setelah tarif mulai berlaku. Indeks Taiex turun 1.068,19 poin menjadi 17.391,76, meskipun pemerintah mengaktifkan dana stabilisasi senilai US$15 miliar untuk menenangkan pasar, dengan raksasa teknologi Foxconn anjlok hingga 10 persen dan TSMC turun 3,8 persen.

Sementara itu mata uang Korea Selatan jatuh ke level terendah terhadap dolar sejak 2009, sementara harga minyak anjlok 3 persen pada awal perdagangan Asia.

Pada Selasa (8/4), Nikkei telah pulih 6 persen dari kerugian besar setelah pengumuman tarif besar-besaran oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu.

Pasar-pasar lain di Asia dan Eropa mengikutinya, seperti halnya Wall Street setelah tiga hari penjualan yang nyaris disebabkan oleh kepanikan.

Sentimen didukung oleh harapan negosiasi tarif antara Gedung Putih dan Jepang serta Korea Selatan.

Tetapi saham AS kemudian berbalik turun dan ketiga indeks utama berakhir di zona merah, dengan S&P 500 turun 1,6 persen dan Dow Jones turun 0,8 persen.

Tarif sebesar 10 persen mulai berlaku selama akhir pekan untuk impor ke ekonomi terbesar dunia.

Tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara akan mulai berlaku pada pukul 12.01 dini hari (4.01 pagi GMT) pada Rabu.

Trump awalnya mengumumkan tarif tambahan sebesar 34 persen pada barang-barang Tiongkok. Namun setelah Beijing mengumumkan tarif balasannya sebesar 34 persen terhadap produk Amerika, ia berjanji akan mengenakan bea masuk tambahan sebesar 50 persen .

Jika memperhitungkan pungutan yang berlaku pada bulan Februari dan Maret, maka kenaikan tarif kumulatif untuk barang-barang Tiongkok selama masa jabatan kedua Trump mencapai 104 persen. AFP/CNA/I-1

  • Indeks Nikkei
  • Kebijakan Tarif Timbal Balik AS

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.