Bulog NTB Catatkan Penyerapan Gabah Rp728 Juta untuk Penuhi Kebutuhan Pangan
Selasa, 08 Apr 2025, 10:07 WIBPerum Bulog wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) membukukan nilai transaksi penyerapan gabah kering panen dari 18 kelompok tani dengan total volume mencapai 112 ton dan nilai transaksi sebesar Rp728 juta.
"Kami berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui serangkaian transaksi pembelian gabah kering panen," kata Kepala Bulog NTB Sri Muniati dalam pernyataan di Mataram, Selasa.
Sri mengatakan pembelian gabah tersebut dilakukan di sejumlah wilayah strategis, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, hingga Bima.
Menurutnya, Kota Bima adalah satu-satunya daerah di Nusa Tenggara Barat yang melakukan transaksi dengan pola konsumsi sendiri tanpa melibatkan transaksi pembelian secara langsung.
Bulog NTB menurunkan tim jemput gabah sebanyak 33 orang dan 14 mitra  untuk mendukung kelancaran proses transaksi dan serapan gabah di Nusa Tenggara Barat berjalan sesuai target.
"Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendongkrak produksi dan mendukung kesejahteraan petani lokal," kata Sri.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Bulog NTB mendorong para kelompok tani untuk terbuka terhadap sistem pembayaran non tunai melalui transfer langsung ke rekening kelompok.
Bila kelompok tani belum siap, maka perusahaan pelat merah bidang logistik pangan itu siap memberikan pembayaran secara tunai di lokasi panen. Hal itu sejalan dengan semangat mekanisasi pertanian dan percepatan produksi yang digalakkan Kementerian Pertanian.
Sri berharap penggunaan teknologi serta sistem pembayaran yang bankable (nasabah yang mampu memenuhi persyaratan bank) dapat mempercepat proses distribusi dan memastikan bahwa gabah yang diserap memiliki kualitas terbaik dan siap untuk proses panen.
"Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kami optimistis dapat mempercepat proses distribusi dan memastikan gabah yang diserap adalah gabah berkualitas," ujarnya.
Pada 2025, Bulog NTB menargetkan jumlah pengadaan gabah dan beras kewajiban pelayanan publik atau PSO dalam negeri mencapai 180.600 ton setara beras sebagai bagian dari upaya mencapai target nasional sebesar 3 juta ton.
Angka realisasi serapan gabah telah mencapai 48.896 ton atau 258 persen dari target awal per 6 April 2025.
"Meski demikian, target serapan beras medium PSOÂ broken 25 sebesar 150.264 ton masih perlu percepatan mengingat realisasinya baru mencapai 8.654 ton," pungkas Sri.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
BULOG Gerak Cepat! Sidak Pasar Serentak Cegah Beras Mahal
-
Kodam XXIII Palaka Wira Bangun 90 Titik Sarana Air Bersih di Sulteng dan Sulbar
-
Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan di Pontianak Kalimantan Barat
-
Heboh di Bengkalis! Pemilik Kebun Sawit Jadi Tersangka, Ini Kasusnya
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Serempak Naik pada Selasa Ini
-
RI Diminta Setop Jual Bahan Mentah, Kekayaan Tropis Harus Jadi Produk Bernilai Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.