Pegula Menangkan Charleston Open Usai Kalahkan Kenin

Senin, 07 Apr 2025, 09:33 WIB

CHARLESTON - Unggulan teratas Jessica Pegula mengalahkan Sofia Kenin 6-3 7-5 untuk memenangkan Charleston Terbuka pada hari Minggu (6/4) dalam final All-American pertama di turnamen tersebut sejak 1990.

Petenis nomor empat dunia Pegula, yang baru saja kalah di final Miami Open melawan Aryna Sabalenka, beradaptasi dengan mulus di permukaan tanah liat hijau, mengamankan gelar tunggal keduanya musim ini dan yang kedelapan dalam kariernya.

Ket. Foto: Jessica Pegula — Sumber: AFP/Matthew Stockman

"Saya menghabiskan beberapa tahun berlatih di Pulau Daniel saat berusia awal 20-an. Jadi, bisa datang ke sini minggu ini setelah dua minggu yang panjang di Miami dan meraih gelar juara adalah hal yang luar biasa," kata Pegula.

Pegula menyerang lebih awal, mematahkan servis lawannya di game pembuka dan hampir melakukannya lagi di game ketiga. Namun, Kenin bertahan dengan baik, menyelamatkan dua break point sebelum mematahkan servis Pegula kembali untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Kenin berupaya mengubah momentum pada servis game berikutnya saat ia menyelamatkan break point untuk bertahan dan mengambil alih keunggulan untuk pertama kalinya setelah awal yang goyah.

Namun juara Australia Terbuka 2020 itu gagal mempertahankan tekanan, kehilangan servisnya dua kali lagi saat Pegula menutup set pertama hanya dalam waktu setengah jam.

Pegula berjuang dengan servisnya di set kedua sementara Kenin, yang mengandalkan pukulan backhand kuat, tampak akan memaksakan set penentuan saat ia melakukan servis pada kedudukan 5-2.

Namun, runner-up AS Terbuka itu menyelamatkan tiga set poin dan bangkit, memenangkan enam game berturut-turut untuk memastikan kemenangan.

"Saya pikir saya sudah mencapai titik jenuh di set kedua dan menyadari betapa lelahnya saya. (Kenin) mulai bermain di level yang lebih tinggi dan ada beberapa permainan di mana saya tidak bisa melakukan break dan tidak bisa bertahan," kata Pegula.

"Saat itu anginnya sangat kencang, kondisinya sangat sulit. Jika Anda kehilangan fokus selama sepersekian detik atau berhenti menggerakkan kaki selama sedetik, ayunannya akan sangat cepat."

Gelar lapangan tanah liat pertama bagi petenis berusia 31 tahun itu akan mengangkatnya ke peringkat tiga dunia, menyalip Coco Gauff sebagai petenis Amerika peringkat teratas. CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.