Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Madura Lestarikan Tradisi 'Tellasan katopa''

8 Senin, 07 Apr 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hanya saja, leluhur di Madura tidak melarang mereka yang tidak mengerjakan puasa sunah Syawal untuk ikut menikmati tellasan katopa'.

Tellasan katopa' adalah tradisi terbuka untuk merayakan kebahagiaan, sekaligus merajut kebersamaan dalam jalinan kekerabatan dan kemasyarakatan.

Selain untuk perayaan, tellasan katopa' juga memiliki nilai sosial yang kuat karena ada tradisi saling berbagi yang menyertai perayaan atas "keberhasilan" menjalani ibadah sunah puasa 6 hari itu.

Pada perayaan Idul Fitri, saling berkunjung ke rumah orang lain untuk saling bermaafan dan berbagi makanan, biasanya berlangsung selama 7 hari. Tradisi itu dimulai pada hari H Idul Fitri, yakni setelah masyarakat melaksanakan ibadah sunah Shalat Id, mereka saling berkunjung ke rumah saudara dan tetangganya.

Karena saling berkunjung itu tidak selesai dilakukan dalam satu hari, maka kemudian dilanjutkan pada esok hari atau bahkan, beberapa hari setelahnya, kemudian berakhir setelah tellasan katopa'. Karena dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Idul Fitri, maka tellasan katopa' juga biasa disebut sebagai tellasan petto' (tujuh).

Selain menjadi tradisi perayaan kebahagiaan bagi masyarakat yang tinggal di pulau itu, tellasan katopa' juga menjadi pengikat rindu bagi warga asal Pulau Madura yang merantau untuk pulang ke kampung halaman.

Ketika warga Madura perantau pulang kampung untuk beridul fitri, biasanya mereka menunggu selesainya tellasan katopa' untuk kembali ke tempat perantauan.

Selain penjelasan lisan dari leluhur, keterangan lain menyebut bahwa makanan ketupat merupakan warisan dari Sunan Bonang, salah satu tokoh dari wali sembilan penyebar ajaran Islam di tanah Jawa. Sunan Bonang dikenal hidup dan berkiprah di wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dari 1465 hingga 1525 Masehi.

Sunan Bonang memperkenalkan tradisi itu sebagai ekspresi kesyukuran atas karunia dari Allah karena umat Islam diberi kemampuan untuk melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh. Ketupat menjadi menu makanan saat umat Islam merayakan Idul Fitri.

Sebagaimana ajaran-ajaran luhur lain dari proses penyebaran nilai-nilai agama di Nusantara, ketupat juga memiliki makna khusus yang diselipkan oleh Sunan Bonang untuk dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat Islam di tanah Jawa. Kata ketupat, dalam bahasa Jawa adalah kupat yang bermakna laku sing papat atau amalan yang empat.

Amalan yang empat itu adalah "lebar, lebur, luber, dan labur". Lebar memiliki makna kita telah menyelesaikan amalan puasa, lebur berarti terhapus semua dosa, luber adalah keberlimpahan pahala, dan labur berarti diri yang sudah suci.

Hanya saja, ketupat yang diperkenalkan oleh Sunan Bonang untuk menyambut Idul Fitri oleh masyarakat Madura diimplementasikan ulang dalam konteks perayaan pasca-puasa Syawal yang menunjukkan kreativitas berpikir orang Madura dalam menjalani dan memaknai kehidupan.

Karena itu, kalau di wilayah lain, saat Lebaran ada hidangan ketupat, di Madura hanya ada hidangan nasi dengan lauk, biasanya berasal dari daging sapi, kambing, atau ayam.

Tellasan katopa' merupakan kekayaan budaya di Madura yang sudah teruji ratusan tahun. Momentum lebaran khusus ini menjadi modal sosial untuk memupuk tali silaturahim, sekaligus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah setempat untuk dikelola, sehingga memperkaya sajian dari satu objek wisata.

Pemerintah Kabupaten Sumenep telah berupaya mengelola kekayaan budaya lokal ini untuk menjadi aset wisata dengan menggelar Festival Ketupat. Pada tahun 2024, Pemkab Sumenep menggelar Festival Ketupat yang ditempatkan di Pantai Lombang, salah satu objek wisata yang dikenal dengan keindahan pantai dan cemara udangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.