Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lombok Barat Targetkan ASN Wajib Gunakan Tenun Lokal Mulai 2027

8 Minggu, 08 Nov 2026, 23:48 WIB | Oleh:
Pemkab Lombok Barat Targetkan ASN Wajib Gunakan Tenun Lokal Mulai 2027 Pemkab Lombok Barat Targetkan ASN Wajib Gunakan Tenun Lokal Mulai 2027 Doc: ANTARA/HO-Diskominfotik Lombok Barat
Ket. Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menyampaikan pidato dalam penyelenggaraan Lombok Barat Creative Expo 2026 di Bencingah Kantor Bupati Lombok Barat, Gedung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/11).

LOMBOK BARAT - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya wajib menggunakan kain tenun lokal mulai tahun 2027 guna membuka pasar produk daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi perajin tradisional. 

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

"Sebagai pimpinan daerah, saya menargetkan pada tahun 2027 kami wajib menggunakan tenun Lombok Barat. Kami harus menciptakan pasar bagi produk daerah sendiri, salah satunya dengan mendorong ASN menggunakan tenun lokal," ujarnya di Gerung, Lombok Barat, NTB, Minggu (8/11).

Adha menuturkan pengembangan produk tenun lokal saat masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan bahan baku dan penurunan kapasitas produksi para penenun.

Ia mendorong kolaborasi lintas perangkat daerah untuk memastikan ketersediaan bahan baku, meningkatkan kapasitas perajin, serta memperluas pemasaran produk lokal.

Kawasan sentra tenun di Lombok Barat adalah Desa Kebon Ayu, Desa Gumese, dan Desa Mereje. Saat ini nama kampung penghasil tenun di Lombok Barat belum sepopuler sentra tenun lainnya di Pulau Lombok, seperti Desa Sukarara di Lombok Tengah dan Desa Peringgasela di Lombok Timur.

Pemerintah Lombok Barat menyiapkan strategi pengembangan ekosistem tenun lokal melalui penanaman kembali tanaman kapas sebagai bahan buku pembuatan kain tenun, salah satunya di Desa Gumese.

Ketersediaan kapas yang memadai menjadi langkah awal untuk membangun rantai produksi yang lebih mandiri mulai dari bahan baku, pengolahan benang, hingga proses penenunan.

Adha menegaskan sebagian perajin yang masih bergantung pada pasokan benang dari luar daerah perlu menjadi perhatian agar ke depan mereka dapat memperoleh bahan baku secara lebih mudah dan mampu menghasilkan benang sesuai kebutuhan motif tenun lokal.

"Saya berharap produk-produk unggulan daerah dapat memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), sehingga identitas dan potensi ekonomi masyarakat dapat terus terjaga," kata Adha.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Dinas Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan penerapan kebijakan penggunaan tenun khas daerah bagi aparatur sipil negara sebagai upaya melestarikan tradisi menenun sekaligus mendorong perputaran ekonomi perajin tenun lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menyampaikan penggunaan tenun oleh aparatur sipil negara dapat menciptakan permintaan terhadap produk tenun sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan perajin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.