Evangelos Marinakis akan Disidang atas Dugaan Keterlibatan Kekerasan

Jumat, 04 Apr 2025, 12:55 WIB

Ketua klub sepak bola Olympiakos, Evangelos Marinakis, bersama empat anggota dewan klub, akan segera dihadapkan ke pengadilan atas tuduhan pelanggaran ringan yang muncul dari penyelidikan terhadap kasus kekerasan dalam olahraga. Keputusan ini diumumkan pada hari Kamis oleh sumber hukum, menyusul hasil sidang dewan peradilan Yunani.

Marinakis, yang juga dikenal sebagai taipan di industri perkapalan dan media, serta pemilik klub Liga Premier Inggris Nottingham Forest, membantah semua tuduhan yang dikenakan. Ia dan para anggota dewan lainnya menyangkal tuduhan bahwa mereka mendukung organisasi kriminal yang terhubung dengan kelompok penggemar garis keras Olympiakos.

Ket. Foto: Pemilik Olympiacos Evangelos Marinakis — Sumber: Telegraph

Pengacara Marinakis, Vassilis Dimakopoulos, menyampaikan kepada Reuters bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Sampai saat ini, tanggal persidangan belum ditentukan, dan pihak Marinakis siap menghadapi proses hukum.

Penyelidikan terhadap mereka dimulai setelah seorang polisi antihuru-hara tewas akibat terkena suar dalam bentrokan antara aparat dan kelompok penggemar Olympiakos pada sebuah pertandingan bola voli melawan Panathinaikos pada Desember 2023. Terkait insiden kematian tersebut, persidangan terpisah tengah berlangsung.

Dewan peradilan Yunani juga memutuskan bahwa lebih dari 140 orang, sebagian besar di antaranya adalah penggemar Olympiakos yang telah ditangkap sejak April, akan diadili atas tuduhan keterlibatan dalam organisasi kriminal. Putusan ini dikeluarkan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh seorang hakim.

Para pengacara yang mewakili mereka menyatakan bahwa semua terdakwa membantah keterlibatan dalam organisasi kriminal apa pun. Pihak klub Olympiakos pun telah secara resmi menolak keterkaitan institusional mereka terhadap kekerasan atau tindakan kriminal dalam bentuk apa pun.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga di Yunani dihantui oleh insiden kekerasan, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Pemerintah telah berulang kali berjanji untuk memberantas hooliganisme, yang merusak citra olahraga nasional.

Marinakis, dalam pernyataan resmi yang diunggah di situs Olympiakos pada hari Kamis, mengklaim bahwa tuduhan terhadapnya adalah bagian dari kampanye terkoordinasi oleh pemerintah konservatif. Ia menuduh pemerintah berusaha mencampuri media dan sistem peradilan untuk melindungi citranya, serta menjadikan kelompok medianya sebagai sasaran utama.

"Ini adalah upaya yang terkoordinasi namun putus asa untuk membungkam saya," ujar Marinakis dalam pernyataannya, seraya menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan hanya serangan terhadap dirinya, tetapi juga terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Yunani.

Menanggapi pernyataan tersebut, seorang juru bicara pemerintah menyatakan bahwa semua warga negara diperlakukan sama di hadapan hukum, dan menegaskan bahwa sistem peradilan Yunani berfungsi secara independen, bebas dari intervensi politik atau pengaruh media.

Dengan perkembangan ini, Yunani kembali dihadapkan pada perdebatan antara kekuasaan, media, dan keadilan, di tengah upaya keras negara tersebut untuk menata kembali citra dunia olahraganya yang tercoreng akibat kekerasan dan fanatisme berlebihan di kalangan suporter.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.