Jurnalis Kalsel Desak TNI AL Serius Tindak Oknum Pembunuh Jurnalis
Sabtu, 29 Mar 2025, 16:58 WIBBANJARBARU - Jurnalis Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergabung dalam Aliansi Keadilan Untuk Juwita, meminta TNI AL serius menindak tegas oknum TNI AL berinisial J berpangkat kelasi satu, terduga pelaku pembunuhan terhadap Juwita (23) di Banjarbaru.
âKami terpukul atas kabar tewasnya rekan satu profesi yang diduga kuat dibunuh oleh oknum TNI AL, anggota Lanal Balikpapan,â kata Suroto selaku Redaktur Newsway.co.id (tempat korban bekerja) di Banjarbaru, Sabtu (29/3).
Beberapa anggota forum jurnalis tersebut memberikan dukungan saat para penyidik dari Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin dan Balikpapan melaksanakan gelar perkara secara tertutup bersama Polri di Ruangan Krimum Polda Kalimantan Selatan.
Pihak Denpomal tidak mengizinkan keluarga korban dan para jurnalis untuk terlibat dalam gelar perkara itu, sedangkan J terduga pelaku juga tidak dibawa, saat ini ditahan di sel Denpomal Banjarmasin untuk alasan mental karena masih banyak informasi yang perlu digali penyidik dari pelaku.
Suroto, mewakili Forum Jurnalis Kalsel menginginkan agar semua proses dibuka secara terang tanpa ada yang ditutupi yang berkaitan dengan alasan maruah institusi TNI AL.
âAgar kasus ini selesai dengan tuntas dan gamblang, pelaku dihukum adil sesuai kejahatan yang dilakukan. Mudahan hasil gelar perkara hari ini memberikan titik terang,â ujar Suroto.
Setelah gelar perkara, Suroto berharap penyidik sudah menaikkan status pelaku menjadi tersangka karena peristiwa pembunuhan ini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan.
âDiproses cepat untuk menjaga kepercayaan publik, kami sudah komunikasi dengan banyak rekan seprofesi untuk mengawal kasus ini sampai selesai,â tutur Suroto.
Pomal Balikpapan berangkat dari Kalimantan Timur menuju Pomal Banjarmasin Kalsel membawa J terduga pelaku, pada Jumat (28/3) malam, saat ini petugas Pomal Banjarmasin mengumpulkan berbagai barang bukti untuk melanjutkan proses hukum tersebut.
Pada pagi hari tadi, pihak TNI AL mengunjungi kediaman keluarga korban di Banjarbaru untuk bersilaturahmi, sekaligus mengunjungi pemakaman korban.
Korban seorang wanita bernama Juwita (23) bekerja sebagai jurnalis media dalam jaringan (daring) lokal. Peristiwa pembunuhan terjadi pada 22 Maret 2025.
Jurnalis muda asal Kota Banjarbaru Juwita ditemukan meninggal dunia di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 WITA. Jasadnya tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya yang kemudian muncul dugaan menjadi korban kecelakaan tunggal.
Warga yang menemukan pertama kali justru tidak melihat tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Di bagian leher korban, terdapat sejumlah luka lebam. Kerabat korban juga menyebut ponsel milik Juwita tidak ada.
Juwita tergabung di media daring lokal yang bertugas liputan di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Kalsel) dan telah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda.
Berita Terkait:
-
DPR RI Ajak Mahasiswa jadi Penggerak Kebijakan Menuju Indonesia Emas 2045
-
Inisiatif Wilayah, Mandirikan Daerah lewat Optimalisasi Kekayaan Lokal
-
Duka Gempa NTT Sampai ke Amerika, Kedubes AS Sampaikan Belasungkawa
-
Gagal di Ganda Putri, Kini Janice Fokus di Nomor Tunggal
-
HUT ke-81 RI di Papua Pegunungan, Upacara di Wamena Berlangsung Lancar.
-
Hilirisasi Ternak Ayam Dinilai Buka Peluang Ekonomi Besar di Gorontalo Utara.
-
Aturan Bagi Hasil Ojol Harus Dievaluasi, Pendapatan Bersih Pengemudi Jadi Ukuran Keberhasilan, Bukan Presentase
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.