Hilirisasi Ternak Ayam Dinilai Buka Peluang Ekonomi Besar di Gorontalo Utara.
Selasa, 18 Agu 2026, 10:16 WIBLegislator Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Fitri Yusup Husain mengatakan program hilirisasi ternak ayam, membuka peluang ekonomi makro di daerah itu.
Hal itu dikatakan Fitri di Gorontalo Utara, Senin usai menyaksikan langsung penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pemerintah daerah setempat, dengan pihak PT Agrikultur Global Khatulistiwa usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung di halaman kantor bupati setempat.
Menurutnya pembangunan pabrik pakan di Desa Tolongio, rumah potong hewan khusus unggas (RPHU) dan fasilitas pendingin (cold storage), serta pengalengan daging ayam di Desa Putiana.
Ditambah pembangunan pengandangan ayam petelur (pullet) di Desa Motihelumo, Kecamatan Anggrek, membuka peluang ekonomi makro yang sangat besar.
Mengingat hilirisasi peternakan ayam dengan tujuan ekspor tersebut, dipastikan berdampak ekonomi tinggi apalagi untuk produksi ayam ditargetkan mencapai delapan ribu ekor per hari.
Tentu aktivitas tersebut, diyakini Fitri, akan mampu menyedot ribuan tenaga kerja.
Diskusi yang dilakukannya dengan pihak PT Agrikultur Global Khatulistiwa disebutkan bahwa total tenaga kerja yang diperlukan mencapai 2.000 orang, dengan rincian 10 persen tenaga kerja asing (TKA), 10 persen tenaga kerja profesional dan 80 persen tenaga kerja lokal dengan kualifikasi minimal pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, yang diperkirakan mencapai 1.600 orang.
Seluruh tenaga kerja tersebut direncanakan mulai direkrut pada bulan Mei Tahun 2027 mendatang, di saat pembangunan seluruh pabrik telah mencapai 80 persen.
Fitri mengatakan tentu pihaknya selaku legislator, sangat mendukung percepatan pembangunan seluruh pabrik yang direncanakan dimulai pada September 2026 atau bulan depan.
Harapannya tentu sesuai target perencanaan pihak perusahaan, yaitu dari dua pabrik saja yang dibangun tersebut, bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp75 miliar per tahun.
"Semoga ini menjadi jalan kemakmuran bagi rakyat daerah ini," katanya.
Fitri selaku anggota Komisi II DPRD setempat mengaku sangat menyambut baik program tersebut.
"Mari kita kawal bersama program ini sampai sukses berjalan sesuai rencana," katanya.
Ia pun mengapresiasi hasil kerja keras pemerintah daerah khususnya Bupati Thariq Modanggu, Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rusli Akase yang nampak getol dari awal memperjuangkan program hilirisasi ayam ini agar terealisasi di daerah ini.
- hilirisasi ternak ayam
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.