Sulit Tidur Karena Pasangan Mendengkur, Bagaimana Mengatasinya?
📅 Jumat, 28 Mar 2025, 14:05 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Sleep Better
Tidur bersama orang yang mendengkur atau ngorok bisa menjadi tantangan yang terus-menerus. Ini hal yang umum terjadi.
Namun, jika Anda kesulitan tidur karena bising, para ahli mengatakan langkah pertama untuk mendapatkan ketenangan saat istirahat adalah dengan memahami penyebabnya. Berikut ulasan dari New York Times.
Penyebab Mendengkur
Ketika otot-otot yang menjaga jalan napas tetap terbuka menjadi rileks saat tidur, jalan napas Anda dapat menyempit, menyebabkan jaringan lunak di tenggorokan bergetar setiap kali bernapas, kata Daniel Vena, asisten profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Harvard.
"Otot-otot tersebut akan mati saat Anda tidur," kata dr. Vena. Hal ini menjelaskan mengapa orang sering mendengkur setelah minum alkohol, yang dapat mengendurkan otot-otot yang sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas cenderung mendengkur karena jaringan ekstra di lidah dan tenggorokan dapat menghambat aliran udara, kata dr. Vena.
Hidung tersumbat juga dapat menyempitkan saluran napas. Itulah sebabnya beberapa orang mendengkur karena pilek atau alergi, kata dr. Kuljeet K Gill, asisten profesor klinis kedokteran tidur di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern.
Bagi pasangan yang mendengkur secara teratur, langkah pertama adalah menyingkirkan kemungkinan sleep apnewa obstruktif. Sebuah kondisi yang berpotensi serius yang terjadi ketika saluran napas kolaps cukup parah saat tidur sehingga menghalangi aliran udara, menghentikan pernapasan untuk sementara waktu, dan menyebabkan orang terbangun sambil megap-megap mencari udara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika tidak diobati, sleep apnea dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker tertentu.
Kebanyakan penderita sleep apnea mendengkur, kata dr. Vena. Namun, tidak semua orang yang mendengkur menderita sleep apnea. Jadi penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Seorang spesialis tidur atau dokter telinga, hidung, dan tenggorokan seharusnya dapat membantu, kata dr. Omar G Ahmed, seorang dokter bedah THT di Rumah Sakit Houston Methodist.
Jika pasangan Anda menderita sleep apnea, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan atau berhenti merokok, atau terapi seperti penggunaan mesin tekanan saluran napas positif berkelanjutan (CPAP), tidak hanya dapat membantu mengatasi kondisi tersebut tetapi juga mengurangi dengkuran.
Jika Bukan Sleep Apnea
Jika pasangan Anda termasuk dalam golongan yang disebut sebagai “pendengkur biasa”, yang artinya penyebabnya bukanlah sleep apnea, ada cara lain untuk menghilangkan suara mendengkur tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!