UNICEF Peringatkan 14 Juta Anak Hadapi Kekurangan Gizi

Kamis, 27 Mar 2025, 09:02 WIB

PBB - UNICEF memperingatkan pada Rabu (26/3), 14 juta anak menghadapi kelaparan dan risiko kekurangan gizi atau kematian yang meningkat tahun ini, saat donor internasional utama seperti Amerika Serikat memangkas anggaran bantuan.

Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah dan lembaga filantropi untuk berkontribusi pada Dana Gizi Anak untuk mencegah gelombang kelaparan.

Ket. Foto: Seorang bayi diukur untuk mendeteksi kekurangan gizi di kamp pengungsi internal Dubluk di Ethiopia. — Sumber: UNICEF

Direktur eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan kemajuan besar telah dicapai dalam memberantas kelaparan anak sejak awal abad ini, namun kemajuan tersebut dapat dengan cepat hilang.

"Gizi yang baik adalah dasar bagi kelangsungan hidup dan perkembangan anak, dengan hasil investasi yang mengesankan," katanya, dalam pernyataan UNICEF.

"Dividen akan diukur dalam keluarga, masyarakat, dan negara yang lebih kuat, dan dunia yang lebih stabil," kata Russell.

Sejak Presiden AS Donald Trump kembali menjabat dua bulan lalu, Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin Elon Musk telah memusnahkan badan USAID.

Seorang hakim telah memerintahkan penghentian upaya tersebut, namun Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah mengkonfirmasi bahwa USAID membatalkan 83 persen program dari anggarannya sebesar 42 miliar dollar.

Negara donor utama lainnya, seperti Inggris, baru-baru ini memotong atau membekukan bantuan internasional karena mereka berupaya mengendalikan defisit sekaligus meningkatkan anggaran pertahanan.

Namun Russell memperingatkan bahwa 2,4 juta anak yang menderita kekurangan gizi akut akan kehilangan "makanan terapeutik siap pakai" dari UNICEF selama sisa tahun ini.

Hingga 2.300 lembaga yang menyediakan perawatan kritis untuk anak-anak yang menghadapi kelaparan dapat ditutup, dan 28.000 pusat pemberian makanan yang didukung UNICEF juga terancam.

Secara keseluruhan, Russell memperingatkan, 14 juta anak "diperkirakan akan menghadapi gangguan pada dukungan dan layanan gizi" tahun ini.

"Krisis pendanaan ini muncul di saat kebutuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi anak-anak yang terus menghadapi peningkatan gelombang pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, konflik baru dan berkepanjangan, wabah penyakit, dan konsekuensi mematikan dari perubahan iklim," kata Russell.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.