Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Menjaga Akuntabilitas Keuangan

📅 Kamis, 27 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Jakarta Menjaga  Akuntabilitas Keuangan Doc: ANTARA/HOP-Pemprov DKI Jakarta
Ket. Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta di kantor BPK, Jakarta Selatan, Rabu (26/3).

JAKARTA -Pemprov Jakarta berupaya terus mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Hal ini ditandasi penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jakarta Tahun 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jakarta.

“Ini salah satu bukti komitmen dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan barang,” tandas Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, saat menyerahkan LKPD, Rabu. Rano menyampaikan, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2024 sebesar 85,2 triliun.

Angka tersebut naik 5,64 triliundari total APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023 sebesar 79,56 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi penerimaan mencapai 82,29 triliun. Sedangkan realisasi pengeluaran sebesar 77,86 triliun.

Selain itu, total aset Pemprov Jakarta per 31 Desember 2024 sebesar 746,39 triliun. Data ini naik sebesar 30,89 triliundaritahun sebelumnya 715,5 triliun. “Pemprov Jakarta meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian dalam LKPD Tahun Anggaran 2023,” jelas Wagub.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan barang daerah. Menurut Wagub, berbagai upaya strategis dilakukan Pemprov Jakarta untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Salah satunya melakukan evaluasi secara periodik.

Kemudian, penguatan dan pengembangan implementasi sistem informasi persediaan secara elektronik. Ada juga penguatan sistem pengendalian internal. Lalu, melakukan reviu laporan keuangan dengan pendekatan berbasis risiko oleh inspektorat.

Upaya lainnya, percepatan pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi LHP BPK. Lalu sertifikasi tanah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional. Menagih aset fasos fasum. Kemudian, mengembangkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah. “Peningkatan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan barang daerah merupakan proses berkelanjutan,” tuturnya.

Bebaskan PBB

Selain laporkan keuangan, Pemprov Jakarta juga mengumumkan untuk membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk rumah dengan NJOP di bawah 2 miliar serta apartemen di bawah 650 juta.

“Jadi kalau rumah yang NJOP-nya di bawah 2 miliar, PBB-nya gratis. Yang baru, kalau ada apartemen dengan NJOP di bawah 650 juta, PBB-nya juga digratiskan,” kata Gubernur Jakarta Pramono. Menurut Pramono, kebijakan ini akan memberikan manfaat besar bagi warga kelas menengah ke bawah.

“Dengan demikian hampir sebagian PBB Jakarta, kecuali orang-orang mampu, kami gratiskan,” tandas Pramono. Namun, Pramono menjelaskan aturan ini tidak berlaku bagi kepemilikan rumah kedua dan seterusnya. Rumah kedua hanya mendapat keringanan 50 persen. Sedangkan rumah ketiga dan seterusnya tetap dikenakan pajak penuh.

“Jadi, NJOP bangunan pertama bebas PBB secara penuh. Rumah kedua mendapat potongan PBB 50 persen. Rrumah ketiga bayar penuh,” jelas Pramono. Dia juga menyinggung soal pajak kendaraan bermotor di Jakarta.

Dia menegaskan bahwa kendaraan bermotor kedua dan seterusnya tetap harus membayar pajak. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.