Persiapan APBN 2026, Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahas Ekonomi Makro
Rabu, 26 Mar 2025, 15:35 WIBJAKARTA â Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) adalah dokumen penting yang digunakan pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan APBN. Dengan adanya KEM-PPKF, pemerintah dapat menyusun anggaran yang realistis dan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi di tahun mendatang.
KEM berisi proyeksi dan analisis kondisi ekonomi nasional dan global yang akan mempengaruhi kebijakan fiskal. Kerangka itu bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi yang akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan anggaran negara.
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) APBN Tahun 2026.
Sejumlah menteri yang hadir di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/3), di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy.
Sedangkan, wakil menteri yang hadir di antaranya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Anggito Abimanyu dan Suahasil Nazara.
"Rapat. Nanti kita ketahui pada saat di dalam soal APBN 2026 membahas KEM PPKF," kata Menko Perekonomian Airlangga saat tiba di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.
Sementara itu Wamenkeu Anggito Abimanyu menambahkan pembahasan KEM PPKF kali ini dalam rangka merespons siklus APBN 2026.
"Itu kan ada pokok-pokok kebijakan fiskal yang mau disampaikan DPR. Kita melaporkan ke Presiden," katanya.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan, KEM PPKF adalah dokumen resmi negara yang berisi gambaran dan skenario kebijakan ekonomi dan fiskal untuk digunakan sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).
Penyusunan dan penyampaian KEM PPKF merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polres OKU Distribusikan Makan Bergizi Gratis untuk 2.400 Penerima
-
Pertemuan Paus Leo XIV dan Menlu AS Marco Rubio di Vatikan
-
Pemerintah Genjot Bedah 400 Ribu Rumah untuk Masyarakat
-
Menaker: BLK Kini Tak Sekadar Tempat Pelatihan, tapi Juga Inkubator Bisnis
-
Fundamental Ekonomi Kuat, Fiskal Resilien, Ekonom: Jangan Lengah, Efektivitas Belanja Harus Dijaga!
-
BGN akan Integrasikan Jaminan Kesehatan Tenaga Lapangan
-
Anggota WHO Sepakat Perpanjang Negosiasi Pandemi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.