KPK Menghadirkan Empat Saksi Rekanan Perusahaan Korupsi PUPR Kalsel
Kamis, 20 Mar 2025, 20:44 WIBBANJARMASINâ Penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan kesaksian empat rekanan perusahaan yang terseret perkara korupsi suap proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Selatan (PUPR Kalsel) pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.
"Empat rekanan ini perusahaan mereka dipinjam oleh terpidana Andi Susanto dan Sugeng Wahyudi untuk mengerjakan proyek di Dinas PUPR Kalsel yang dilakukan OTT suap Rp1 miliar," kata penuntut umum KPK Meyer Simanjuntak di Banjarmasin, Kamis (20/3).
Para saksi tersebut, yakni Siswanto Hadi (Direktur PT Wiswani Karya Mandiri), Tri Yulianto (Direktur PT Hairadi Indo Utama), Hairusi Ramadhan (Direktur CV Bangun Banua Bersama) dan David Direktur (CV Berkah Ibu Zahra).
Kemudian satu saksi lainnya Hasibi Rasidi selaku pegawai Bank Kalsel, pihak perbankan tempat pencairan uang suap Rp1 miliar.
Dalam kesaksian para rekanan perusahaan terungkap ada kesepakatan pembayaran fee yang dijanjikan Andi Susanto dan Sugeng Wahyudi atas peminjaman perusahaan untuk mengerjakan proyek Dinas PUPR Kalsel.
"Dari tiga proyek pekerjaan, hanya pembangunan kolam renang yang dikerjakan oleh perusahaan Andi Susanto dan Sugeng Wahyudi sendiri yakni CV Bangun Banua Bersama," jelas Meyer.
Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim yang diketuai Cahyono Riza Adrianto menutup sidang dan menjadwalkan sidang berikutnya setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah dengan agenda masih mendengarkan keterangan para saksi.
Meyer menyebut fokus pembuktian penuntut umum masih seputar perkara suap, sedangkan gratifikasi di akhir-akhir bagian sidang pemeriksaan saksi nantinya.
Diketahui empat terdakwa yang kini duduk di kursi pesakitan terjerat perkara korupsi proyek Dinas PUPR Kalsel, yakni Haji Ahmad selaku Bendahara Rumah Tahfidz Darussalam Martapura, mantan Kadis PUPR Kalsel Ahmad Solhan, mantan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel Yulianti Erlynah dan Plt Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalsel Agustya Febry Andrean.Â
Keempatnya didakwa menerima suap Rp1 miliar dari terdakwa Andi Susanto dan Sugeng Wahyudi selaku kontraktor yang telah divonis terlebih dahulu pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara serta pidana denda Rp250 juta subsider kurungan tiga bulan.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- Korupsi PUPR Kalsel
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ini Beda, Biar Pelayanan Maksimal, Ambon Jalankan WFH Bergilir
-
Sambut HUT ke-80 TNI AU 2026, Lanud Sjamsudin Noor Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Masyarakat
-
KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Masyarakat Diminta Tak Khawatir Hadapi El Nino, Kementan Siapkan Langkah Mitigasi Terukur
-
KPK Temukan Upaya untuk Menghambat Penyidikan Kasus Bea Cukai
-
Jembatan Gantung Bantaragung-Pemalang yang Putus Kini Kembali Terhubung
-
KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun terkait Kasus OTT Wali Kota Maidi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.