Investor Tak Perlu Panik, Analis Bank of New York: Gejolak IHSG Tak Akan Jadi Efek Domino
Rabu, 19 Mar 2025, 15:30 WIBJAKARTA â Kejatuhan lebih dari 6% dalam satu sesi perdagangan adalah situasi yang serius bagi pasar modal. Oleh karena itu, BEI menggunakan trading halt sebagai mekanisme perlindungan untuk menghindari kejatuhan lebih dalam.
Trading halt adalah kebijakan yang diterapkan oleh BEI untuk menghentikan perdagangan saham sementara waktu jika IHSG turun lebih dari batas tertentu dalam satu sesi. Meskipun demikian, investor tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang.
Kepala Strategi Makro Asia Pasifik Bank of New York (BNY) Aninda Mitra menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terjadi pada Selasa (18/3) tidak akan merambat jauh ke pasar valuta asing (valas) serta obligasi, mengingat pasokan dolar AS yang melimpah serta kepemilikan asing atas surat utang pemerintah masih rendah.
âSaya tidak akan mengesampingkan tekanan yang moderat, tetapi masih diragukan apakah ini pasti akan menyebar lebih luas ke valuta asing dan obligasi,â ungkap Aninda di Jakarta, Rabu (19/3).
Aninda menjelaskan, kerentanan Indonesia yang lebih luas terhadap pembalikan cepat modal asing tampak lebih rendah daripada sebelumnya.
Pertumbuhan yang melambat ditambah dengan peraturan yang lebih ketat tentang devisa hasil ekspor akan memastikan likuiditas dolar yang cukup di dalam negeri sehingga rupiah bisa lebih stabil.
Kepemilikan asing atas obligasi rupiah tetap rendah, sekitar 15 persen dari total keseluruhan.
âAngka tersebut jauh di bawah puncak prapandemi yang mencapai hampir 40 persen. Sebagian besar kepemilikan ini mungkin juga dilindungi nilai valuta asing,â terangnya.
Adapun pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa kemarin (18/3), IHSG tercatat sempat ditutup melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke posisi 6.076,08.
Sementara itu, indeks LQ45 tercatat turun 38,27 poin atau 5,25 persen ke posisi 691,08.
Imbas dari pelemahan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Pembekuan perdagangan dipicu oleh penurunan IHSG yang mencapai lebih dari 5 persen.
- IHSG
- trading halt
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Carreras Tunjukkan Kualitas, Siap Ganggu Posisi Cucurella di Real Madrid
-
Bundesliga Jerman: Schick Kembali Cetak Gol, Leverkusen Tundukkan Leipzig 2-0
-
SAR Lakukan Pencarian Dua Warga yang Hilang akibat Banjir Bandang di Solok
-
Menhub : Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan Pelayaran
-
Jet Pemadam Russia Dikerahkan Jinakkan Api Karhutla di Turki
-
Eropa Siapkan Perang Lawan Russia hingga 2030, Menlu Lavrov Beri Peringatan
-
Anggota DPR Masuk Desil 4 di DTSEN, Mensos: Belum Pernah Terima Bansos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.