- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polisi India Tangkap Para ...
Polisi India Tangkap Para Pemimpin Utama Gerakan Kecoak
Rabu, 14 Okt 2026, 02:15 WIBNEW DELHI - Partai Cockroach Janta Party (CJP) yang dipimpin kaum muda India pada Selasa (13/10) mengatakan bahwa para pemimpin utama mereka telah ditahan setelah memasuki lokasi protes ikonik di New Delhi yang diblokir oleh polisi.
Partai-partai oposisi dan pendukung gerakan tersebut telah turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir dengan menentang pengamanan ketat untuk menuntut pengunduran diri kepala komisi pemilihan India, menuduhnya memanipulasi daftar pemilih untuk menguntungkan partai penguasa pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Komisi Pemilihan India, yang mengawasi proses pemungutan suara di negara terpadat di dunia, telah membantah melakukan kesalahan apapun.
Kepolisian Delhi pada Senin (12/10) lalu mengatakan bahwa Jantar Mantar di jantung ibu kota telah dihapus dari daftar lokasi protes resmi yang ditetapkan. Lokasi tersebut kini telah ditutup selama beberapa hari dengan barikade logam kuning dan dijaga oleh polisi dalam jumlah besar.
Namun sebuah video yang diunggah secara daring oleh pemimpin CJP, Abhijeet Dipke, pada Selasa menunjukkan para pengunjuk rasa memanjat barikade, berlari ke ruang kosong, dan mengibarkan bendera nasional, sebelum polisi mengejar dan menahan mereka.
âCJP menyelinap masuk untuk merebut kembali Jantar Mantar,â kata kelompok itu dalam sebuah unggahan di media sosial, menambahkan bahwa mereka yang ditahan termasuk para pemimpin Saurav Das, Ashutosh Ranka, dan Ajinkya Shinde. âSemuanya telah ditahan oleh Kepolisian Delhi,â imbuh kelompok tersebut.
Kepolisian Delhi pada Senin lalu mengumumkan tiga lokasi resmi sebagai alternatif untuk Jantar Mantar, tempat para pengunjuk rasa berkumpul selama beberapa dekade, termasuk demonstrasi CJP yang menyebabkan menteri pendidikan mengundurkan diri karena skandal ujian pada Juli lalu.
âAnda tidak bisa membatalkan aksi perlawanan,â kata Dipke, sambil menandai (tag) PM Modi dalam unggahannya.
PM Modi dalam komentarnya di sebuah konferensi bisnis di New Delhi pada Selasa, menyebut India sebagai ibu dari demokrasi, tetapi tidak secara langsung merujuk pada protes tersebut. âDi negara kita, orang-orang secara terbuka memperdebatkan berbagai isu dan mendiskusikan berbagai perspektif,â kata dia. AFP/I-1
- new delhi
- Aksi Demonstrasi
- kecoak
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Perkenalkan Hantu Indonesia, Festival Film Horor IHFFM 2026 Digelar di Australia
-
Tradisi Silek dan Cara Lain Mendengarkan Komposisi Musik.
-
Pesan Agassi untuk Raducanu: Jangan Ukur Perjuangan dari Hasil
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Sabtu Ini
-
Jaranan Bukan Sekadar Pertunjukan, FJTT Didorong Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Trenggalek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.