- Home
-
- Luar Negeri
-
- Eropa Siapkan Perang Lawan...
Eropa Siapkan Perang Lawan Russia hingga 2030, Menlu Lavrov Beri Peringatan
Minggu, 27 Sep 2026, 14:37 WIBNew York - Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov mengatakan pernyataan sejumlah negara Eropa mengenai persiapan menghadapi perang dengan Rusia pada akhirnya dapat menjadi "ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya".
"Eropa sedang bersiap untuk berperang dengan kami. Setiap hari mereka menegaskan bahwa paling lambat 2030, 'kami, orang-orang Eropa, harus siap berperang'. Sikap seperti itu bisa menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya," kata Lavrov.
Lavrov menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers setelah rangkaian Pekan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB di New York.
Menurut dia, negara-negara Eropa saat ini menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk meningkatkan produksi persenjataan.
"Dan pada suatu saat, seorang petualang, dan saat ini ada banyak orang seperti itu di kalangan elite mereka, akan berkata: 'Kawan-kawan, kita telah menimbun begitu banyak (senjata), apa yang harus kita lakukan dengannya? Tidak ada tempat untuk menyimpannya. Namun kita berjanji menyerang Russia'," kata Lavrov.
"Dalam skenario itu, mereka akan menyerang kami karena kami tidak berniat melakukan hal tersebut," tambahnya.
Lavrov juga mengutip pernyataan Presiden Russia Vladimir Putin mengenai kemungkinan serangan Eropa terhadap Russia.
"Kami tidak akan ragu," kata Lavrov mengutip pernyataan Putin.
Pernyataan Lavrov disampaikan di tengah meningkatnya perhatian negara-negara Eropa terhadap ancaman keamanan dari Rusia. Sejumlah negara NATO memperingatkan kemungkinan serangan Russia terhadap wilayah aliansi, sementara Moskow berulang kali membantah memiliki niat menyerang Eropa.
Sebelumnya, Putin mengatakan Russia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa dan menyatakan kesiapan untuk memulihkan hubungan serta bekerja sama dengan negara-negara tetangganya di kawasan tersebut.
"Saya ingin menegaskan sekali lagi: Russia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa atau negara-negara Eropa. Sama sekali tidak ada alasan untuk itu. Kami siap bekerja sama dan memulihkan hubungan dengan negara-negara tetangga Eropa," kata Putin.
Putin juga mengkritik negara-negara Eropa yang menggelar latihan militer di Laut Baltik. Menurut dia, latihan tersebut mencakup persiapan untuk menyita kapal-kapal sipil.
"Mereka terus berbicara tentang membela hukum internasional dan menegakkan norma-normanya, tetapi pada saat yang sama mereka mempersiapkan diri untuk menyita kapal-kapal sipil," ujar Putin.
Dia mengatakan Moskow akan merespons jika diperlukan.
"Mari kita hidup damai. Jika tidak, kami juga akan terpaksa merespons," katanya.
Dalam rapat Komisi Industri-Militer Russia pada 18 September, Putin juga memaparkan prioritas Program Persenjataan Negara Rusia yang baru. Program tersebut, menurut dia, akan berfokus pada modernisasi angkatan bersenjata dan industri pertahanan di tengah perkembangan ancaman global.
Putin menyebut penguatan triad nuklir Russia sebagai "prioritas mutlak" karena dinilai menjadi jaminan kedaulatan negara dan berperan dalam menjaga keseimbangan kekuatan global.
Dia mengatakan 92 persen persenjataan Pasukan Rudal Strategis Russia telah menggunakan sistem modern. Selain itu, penguatan pertahanan udara, pengembangan sistem nirawak dan robotik, pengembangan senjata serangan presisi, serta penyelesaian konstelasi satelit orbital Russia menjadi sejumlah prioritas lainnya.
- Keamanan Eropa
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.