- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Maduro Minta PBB ...
Presiden Maduro Minta PBB Lindungi Warga Venezuela yang Dikirim AS ke Penjara El Salvador
Selasa, 18 Mar 2025, 09:11 WIBEL SAVADOR- Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pada hari Senin (17/3), ia akan meminta PBB untuk melindungi hak-hak migran Venezuela yang dituduh sebagai anggota geng dan dikirim Amerika Serikat ke penjara di El Salvador.Â
"Hari ini saya menandatangani serangkaian komunikasi untuk Sekjen PBB , untuk Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia" dan badan-badan lain sehingga "mekanisme hak asasi manusia diaktifkan untuk melindungi pria dan wanita Venezuela," kata Maduro dalam programnya di televisi pemerintah.
Amerika Serikat pada akhir pekan menerbangkan lebih dari 200 orang yang diduga anggota geng Venezuela ke penjara di El Salvador, setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan undang-undang masa perang untuk mengusir mereka.
Deportasi tersebut terjadi meskipun seorang hakim federal AS memberikan penangguhan sementara perintah pengusiran, tampaknya karena pesawat sudah menuju ke El Salvador, menimbulkan pertanyaan apakah pemerintahan Trump dengan sengaja menentang keputusan pengadilan.
Presiden Nayib Bukele mengatakan 238 anggota geng Venezuela Tren de Aragua, yang Trump tetapkan sebagai organisasi teroris asing, telah tiba di El Salvador.Â
Ia membagikan video X berisi pria yang diborgol dan dibelenggu sedang dipindahkan dari pesawat ke konvoi yang dijaga ketat.
Pihak kepresidenan juga mengunggah foto kepala para tahanan yang dicukur saat kedatangan.
Maduro, yang dituduh mencurangi pemilu Juli lalu yang membuatnya mengklaim terpilih kembali untuk masa jabatan ketiga selama enam tahun, tidak diakui sebagai presiden sah Venezuela oleh oposisi dan sebagian besar dunia.
Ia mengatakan akan mengupayakan agar rekan senegaranya yang "diculik", yang menurutnya "bukan penjahat," dipulangkan dari El Salvador.Â
"Saya tidak akan beristirahat sampai kami berhasil menyelamatkan mereka dan mengembalikan mereka dengan selamat," tambahnya.
Ketua parlemen Venezuela mengatakan pada hari Senin pengusiran tersebut merupakan "kejahatan terhadap kemanusiaan."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pasukan Khusus AS yang Terlibat Operasi Penculikan Maduro Ditangkap karena Menang Taruhan Terkait Misi Rahasia Itu
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.