Kelompok Houthi Klaim Serangan Kapal Induk AS

Selasa, 18 Mar 2025, 02:30 WIB

SANAA – Pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran mengatakan bahwa mereka telah menyerang kelompok kapal induk Amerika dua kali dalam waktu 24 jam ketika mereka bersiap untuk demonstrasi besar-besaran pada Senin (17/3) setelah serangan AS menewaskan puluhan orang.

Tanggapan dari Houthi itu menyusul terjadinya serangan pada Sabtu (15/3) yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump yang menargetkan ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak, Sanaa, dan beberapa daerah lainnya, hingga menewaskan 53 orang, menurut pemberontak.

Ket. Foto: Sejumlah jet tempur siap mengudara dari sebuah kapal induk AS dalam misi serangan ke Sanaa yang menargetkan kelompok Houthi di Yaman pada akhir pekan lalu. Pada Senin (17/3), Houthi mengklaim bahwa mereka telah melancarkan serangan balasan. — Sumber: AFP/DVIDS

Amerika Serikat (AS) menyerang Houthi karena serangan berulang-ulang mereka terhadap kapal komersial di Laut Merah yang dipicu oleh perang Gaza, yang telah memberikan tekanan besar pada rute perdagangan vital.

Pemberontak mengatakan mereka telah membalas dengan menembakkan 18 misil dan sebuah drone ke kelompok armada kapal induk USS Harry S Truman pada Minggu (16/3), sebelum meluncurkan serangan kedua beberapa jam kemudian.

Hingga berita ini ditulis pada Senin malam belum ada komentar langsung dari AS tentang serangan yang diklaim Houthi ini.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Telegram, seorang juru bicara Houthi mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas agresi Amerika yang berkelanjutan terhadap negara mereka.

Washington DC telah bersumpah untuk terus menyerang Yaman sampai pemberontak berhenti menyerang kapal-kapal dagang diLaut Merah, dengan Trump memperingatkan dia akan menggunakan kekuatan mematikan yang luar biasa terhadap ­mereka.

Serangan terhadap Houthiadalah yang pertama sejak Trump mulai menjabat pada Januari, dan terjadimeskipun ada jeda dalam serangan Houthi selama gencatan senjata dalam perang Gaza.

Pada Minggu, para pejabat AS bersumpah akan melakukan serangan lebih lanjut sampai pemberontak mengakhiri kampanye mereka yang menargetkan kapal-kapal di Laut Merah, juga mengancam tindakan terhadap Iran.

Menanggapi eskalasi terbaru di sepanjang rute perdagangan maritim, PBB mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan semua kegiatan militer, sementara Tiongkok mengulangi seruan untuk ­diplomasi.

“Alasan di balik situasi di Laut Merah dan masalah Yaman adalah rumit dan harus diselesaikan dengan baik melalui dialog dan negosiasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.