Terancam Kelaparan, Sekjen PBB Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Jumat, 14 Mar 2025, 22:42 WIB

DHAKA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada hari Jumat (14/3) mengunjungi pengungsi Rohingya di Bangladesh menjelang pemotongan drastis jatah makanan mereka bulan depan, mengancam kondisi kehidupan yang sudah mengerikan di pemukiman pengungsi terbesar di dunia.

Dari Aljazeera, kunjungan Guterres ke distrik perbatasan Cox's Bazar dipandang penting, setelah World Food Programme (WFP) mengumumkan potensi pemotongan pasokan makanan darurat menyusul penutupan operasi USAID.

Ket. Foto: Kunjungan Guterres dilakukan setelah badan pangan PBB mengatakan akan mengurangi separuh kupon makanan untuk Rohingya mulai bulan depan. — Sumber: Istimewa

Mulai bulan April, WFP mungkin terpaksa mengurangi kupon makanan untuk Rohingya dari 12,50 dolar menjadi hanya 6 dolar per bulan karena kurangnya dana, yang meningkatkan kekhawatiran akan meningkatnya kelaparan di kamp-kamp yang penuh sesak.

Amerika Serikat memberikan WFP 4,4 miliar dolar dari anggarannya sebesar 9,7 miliar dolar pada tahun 2024, tetapi dana bantuan internasional Washington telah dipotong di bawah Presiden Donald Trump. Hingga saat ini, AS telah menjadi donor utama untuk bantuan pengungsi Rohingya.

Badan anak-anak PBB UNICEF mengatakan anak-anak di kamp-kamp tersebut mengalami tingkat kekurangan gizi terburuk sejak 2017, dengan jumlah pasien yang dirawat karena kekurangan gizi parah naik 27 persen pada bulan Februari dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

"Apa pun yang kami terima saat ini tidaklah cukup. Jika bantuan ini dikurangi setengahnya, kami akan kelaparan," kata Mohammed Sabir, seorang pengungsi berusia 31 tahun dari Myanmar yang telah tinggal di kamp Cox's Bazar sejak 2017.

Sabir, seorang ayah dari lima anak, menambahkan, “Kami tidak diizinkan bekerja di sini. Saya merasa tidak berdaya ketika memikirkan anak-anak saya. Apa yang akan saya berikan kepada mereka?”

Pemerintah sementara Bangladesh, yang mengambil alih kekuasaan pada Agustus tahun lalu setelah protes massal yang menggulingkan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, berharap kunjungan Guterres akan membantu menarik perhatian internasional terhadap krisis tersebut dan memobilisasi bantuan bagi para pengungsi dan warga negara.

Bangladesh melindungi lebih dari 1 juta warga Rohingya , anggota minoritas Muslim teraniaya yang melarikan diri dari pembersihan berdarah di negara tetangga Myanmar, sebagian besar pada tahun 2016 dan 2017, ke kamp-kamp di distrik Cox's Bazar selatan, di mana mereka memiliki akses terbatas terhadap pekerjaan atau pendidikan.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.