Pemkab Bandung Status Darurat Banjir Selama Dua Pekan
Rabu, 12 Mar 2025, 21:50 WIBKabupaten Bandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menetapkan status darurat bencana banjir selama dua pekan yakni sejak tanggal 10 hingga 24 Februari 2025.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan penetapan status tanggap darurat ini dilakukan untuk mempermudah pemberian bantuan kepada para korban agar menggunakan Dana Belanja Tak Terduga (BTT).
âPenetapan ini dilakukan agar penanganan bencana banjir lebih terarah dan fokus, terutama dalam membantu warga masyarakat yang terdampak, baik yang masih bertahan di rumah maupun yang berada di pengungsian,â kata Uka di Kabupaten Bandung, Rabu (12/3).
Uka mengatakan banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bandung telah mengganggu aktivitas warga, termasuk kebutuhan dasar seperti memasak dan beraktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah hadir dengan berbagai bantuan, termasuk makanan, air bersih, serta pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi.
âSemua ini dalam rangka menuju ke tahap pemulihan agar masyarakat yang terdampak bisa segera kembali menjalani kehidupan normal,â katanya.
Uka mengatakan penetapan tanggap darurat ini diharapkan dapat mempercepat langkah penanganan bencana agar masyarakat terdampak dapat segera pulih dan situasi kembali normal.
âDengan adanya status tanggap darurat, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal. Kami berharap masyarakat bisa segera pulih dan situasi kembali seperti semula,â kata dia.
Dia mengungkapkan pihaknya telah mendirikan posko tanggap darurat untuk penyediaan logistik dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak.
âDi sinilah peran pemerintah hadir, memastikan para pengungsi mendapatkan makanan dan minuman yang cukup serta layanan kesehatan. Jadi, kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi,â kata Uka.
Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 8.043 unit rumah di empat kecamatan di daerah itu terendam banjir menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ia mengatakan ribuan rumah terendam itu diakibatkan meluapnya Sungai Cikapundung Kolot seiring intensitas hujan yang tinggi.
âKami telah melaksanakan pendataan serta monitoring ke wilayah terdampak banjir di empat kecamatan yang meliputi Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah dan Margahayu,â kata dia.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AS Perluas Pengerahan Pesawat Pengebom Strategis di Eropa untuk Serangan Jarak Jauh ke Iran karena Pangkalan Udaranya di Timur Tengah Hancur
-
Progres MRT Jakarta Fase 2A Tembus 56,88%, Target Monas Beroperasi 2027
-
Waspada! 75 Kasus DBD Tercatat Sudinkes Jakbar di Awal 2026
-
Swiatek dan Gauff Puji Mentalitas Alysa Liu Usai Comeback Sensasional
-
Ayo Serbu! 3.000 Paket Sembako Murah di Tebet dan Kebayoran Lama, Cuma Rp100 Ribu!
-
Kapal Fregat Pertama Buatan PT PAL Resmi Diluncurkan, Diberi Nama KRI Balaputradewa-322
-
Warga Mengamuk Tolak Bayar Pajak, DPR RI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kenaikan Opsen PKB
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.