Program Prioritas Pemerintah Diharapkan Serap Tenaga Kerja Kendati Ada PHK
Sabtu, 08 Mar 2025, 01:00 WIBJakarta â Pemerintah terus mendorong program-program prioritas sebagai upaya untuk menyerap tenaga kerja di tengah tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor. Berbagai kebijakan strategis, seperti pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta pengembangan ekonomi digital dan sektor hijau, diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, investasi dalam program prioritas pemerintah akan bisa menyerap tenaga kerja walaupun belakangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja PHK di berbagai industri manufaktur.
âKita sudah melihat bahwa kenyataan di lapangan, sudah terjadi mungkin PHK di berbagai industri manufaktur, namun kami tetap melihat bahwa investasi ke depannya pun juga akan bisa menyerap tenaga kerja juga,â katanya di Jakarta, Jumat (7/3).
Seperti dikutip dari Antara, menurut Josua Pardede, selain berpotensi membuka lapangan pekerjaan, dirinya optimis program-program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program 3 Juta Rumah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Dalam lima tahun terakhir, tren penurunan daya beli disebut terjadi secara signifikan karena faktor perlambatan pertumbuhan pendapatan masyarakat.
Selain itu, peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor non formal juga memperparah keadaan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah proaktif dengan mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor formal yang diharapkan memberikan pendapatan lebih stabil bagi masyarakat.
Pemerintah juga dinyatakan tetap memberlakukan paket-paket insentif kebijakan seperti diskon listrik pada dua bulan pertama tahun ini yang diharapkan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
âJadi kita membaca deflasi dua bulan berturut-turut itu mestinya kita melihatnya juga bahwa ada pengeluaran yang berkurang untuk pembayaran listrik, tapi juga mestinya ada di sisi lainnya ada spending lain yang bisa dialokasikan, khususnya apalagi kita melihat juga dari sisi faktor musiman yang mendekati di bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri nanti. Kita juga perlu mengingat juga bahwa tahun ini faktor dari El Nino pun juga akan hilang,âujar Josua.
Langkah Strategis
Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan sekaligus Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan pemerintah memerlukan adanya langkah strategis demi mencegah PHK besar di sektor industri padat karya.
âSaat ini PHK ada di mana-mana, mulai dari Sanken, pabrik piano Yamaha, sampai Sritex. Ini dampaknya sangat terasa , sehingga untuk sektor padat karya ini harus lebih serius, diberikan perhatian khusus,â kata Timboel di Jakarta, Jumat.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Perikanan Menjadi Pondasi Penting dalam Ketahanan Pangan Seluruh Bangsa
-
Gubernur DKI Jamin Nasib P3K Tetap Stabil, Sambil Tunggu Arahan Pusat Soal Aturan WFH
-
Perusahaan Ban Lakukan PHK, Kemenperin Pastikan Perlindungan Pekerja dan Keberlanjutan Industri
-
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Tampilkan Seni Budaya Lokal bagi Pemudik di Posko Nagreg
-
KLH: Luas Taman Nasional Lorentz di 3 Provinsi di Papua Mencapai 2,4 Juta Hektare
-
Laporan Mendalam The Guardian: Program Nuklir Iran adalah Simbol Identitas dan Perlawanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.