KLH: Luas Taman Nasional Lorentz di 3 Provinsi di Papua Mencapai 2,4 Juta Hektare
Jumat, 02 Jan 2026, 12:00 WIBWAMENA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melalui Balai Taman Nasional Lorentz menyebut luas Taman Nasional Lorentz di 10 kabupaten di tiga provinsi di Papua mencapai 2,4 juta hektare
Kepala Balai Taman Nasional Lorentz, Manuel Mirino di Wamena, Jumat, mengatakan Taman Nasional Lorentz bentangannya meliputi 10 kabupaten yang tersebar di tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
âLuas Taman Nasional Lorentz mencapai 2,4 juta hektare yang meliputi 10 kabupaten dari tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Pengawasan yang dilakukan sangat luas dan kami tidak dapat bekerja sendiri melainkan dengan dukungan masyarakat setempat,â katanya.
Menurut dia, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Balai Taman Nasional Lorentz hanya di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang meliputi tiga daerah, yakni Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan yang terdapat di 10 kabupaten.
âJadi, dalam aturan pengawasan, kami hanya bertugas menjaga seluruh kekayaan alam yang berada di dalam Kawasan Nasional Lorentz, sementara yang di luar bukan menjadi wewenang kami,â ujarnya.
Dia menjelaskan wisatawan yang biasa berkunjung ke Taman Nasional Lorentz di kelompokkan dalam wisata minat khusus.
âContohnya, kalau di Wamena wisata minat khusus biasanya wisatawan berkunjung ke Puncak Trikora, salah satu gunung tertinggi di Kabupaten Jayawijaya. Namun, dengan situasi dan kondisi yang ada, wisata minat khusus ini belum dapat diatur baik,â katanya.
Dia memastikan pengawasan Taman Nasional Lorentz sejauh ini berjalan baik untuk memelihara dan melindungi sumber daya alam (SDA) yang berada di dalamnya.
âPengawasan Taman Nasional Lorentz yang kami lakukan, di antaranya pengamanan, pemanfaatan dan pengawasan kawasan yang secara rutin kami lakukan dalam melindungi kekayaan SDA di dalamnya,â ujarnya.
Dia menambahkan khusus untuk pengawasan secara keamanan tidak dilakukan secara aktif atau strong, tetapi lebih kepada preventif.
âCara pendekatan yang kami lakukan dalam pola pengawasan bagaimana menjaga komunikasi, koordinasi dengan masyarakat yang baik serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz dalam hal perlindungan,â katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KAI Beri Diskon Tarif Tiket 30 Persen Kereta Api dari Stasiun Malang saat Periode Natal dan Tahun Baru 2026
-
Hari Literasi Internasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Saring Sebelum Sharing
-
Soufflé Yarn, Pakaian Rajut Ikonik yang Ringan dan Nyaman dari Uniqlo
-
Kapolda Papua Barat Ultimatum Penambang Emas Ilegal di Wasirawi: 5 Hari Hentikan Aktivitas
-
Hampir 2 Juta Prajurit Tewas dalam Perang di Ukraina
-
Harga Tiket Masuk ke Taman Nasional AS Bakal Makin Mahal
-
Wagub Rano Karno Tawarkan Proyek Investasi Rp430 Triliun di JIF 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.