- Home
-
- Megapolitan
-
- KLH Bersih-bersih Bakau Mu...
KLH Bersih-bersih Bakau Muaragembong
Jumat, 28 Feb 2025, 04:05 WIBBEKASI â Kawasan hutan bakau Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, ramai-ramai dibersihkan. âIni dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional,â tutur Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, saat memimpin aksi bersih-bersih, Kamis (27/2).
âDari mangrove-lah kehidupan laut dimulai. Mangrove juga sebagai bahan rantai makanan dalam ekosistem laut,â kata Hanif.
Dia menyatakan, aksi bersih-bersih dilatarbelakangi kondisi hutan bakau yang terganggu keberadaan sampah mikroplastik, limbah rumah tangga, dan bahan berbahaya yang terbawa arus sungai.
Situasi ini berdampak kerusakan besar pada ekosistem mangrove khususnya di perairan Pantai Utara Jawa. Penumpukan sampah di akar pohon bakau menghambat pertumbuhan tanaman serta mengganggu kemampuan untuk menyerap oksigen dan nutrisi.
âPada akhirnya mampu mengganggu dan memotong serta memutus rantai ekosistem di bawahnya,â katanya. Sampah plastik juga merusak habitat biota laut.
Sedangkandekomposisi sampah organik menghasilkan gas metana yang memperburuk perubahan iklim.
Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat merusak dan mencemari kualitas air. Sampah juga meghilangkan keseimbangan ekosistem mangrove.
âMaka, pengelolaan sampah yang efektif sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove dan mencegah kerusakan lebih lanjut lingkungan pesisir,â katanya.
Hanif menyatakan, 20 persen area hutan bakau dunia ada di Indonesia. Luasnya mencapai 3,44 juta hektare.
Hutan mangrove berperan penting mengurangi emisi gas rumah kaca di dalam mitigasi perubahan iklim. Dari beberapa literasi menyatakan, mangrove mampu menyimpan dan menahan karbon sampai 20 persen lebih dari karbon hutan, tanah dataran atau hutan tanah kering.
âKita ketahui bersama, mangrove adalah ekosistem pesisir yang sangat penting. Dia berfungsi sebagai penyangga pantai untuk mencegah erosi dan abrasi,â Âtandasnya.
Mangrove juga menjadi tempat bagi keanekaragaman hayati. Banyak spesies flora dan fauna hidup serta berkembang di dalamnya. Mereka saling berinteraksi pada ekosistem yang sangat kompleks.
Hanif menyadari kondisi hutan bakau sudah Âterdegradasi berat hingga mengakibatkan erosi dan abrasi air laut. Ini merusak areal tambak, sawah hingga Âpermukiman.
âMaka, aksi bersih-bersih sekitar mangrove ini diharapkan menjadi langkah positif bersama dalam menjaga ekosistem pesisir,â ujarnya. Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menkop Dukung Koperasi untuk Kelola SPBU Nelayan
-
BGN Selidiki Dugaan Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi
-
Sudah Berjalan Setahun, Keracunan MBG Tak Berhenti. Ini Bisa Melemahkan Daya Tahan Siswa
-
Lestarikan Ekosistem Pesisir, PLN EPI Tingkatkan Kapasitas Warga Pesisir dalam Mengelola Mangrove
-
Heartology Hadirkan Teknik Zero-Fluoroscopy untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Radiasi
-
Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
-
Perluas Penanaman Mangrove untuk Reduksi Karbon, Generali Indonesia Gandeng Jejakin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.