- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Jangan Reaktif U...
Indonesia Jangan Reaktif Ucapan Trump
Kamis, 20 Feb 2025, 13:44 WIBJAKARTA - Â Pemerintah Indonesia tidak perlu cepat bereaksi terhadap ucapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Jangan cepat-cepat bereaksi terhadap apa pun ucapan Presiden Trump karena dia adalah jagoan 'deal maker'. Dia menuntut semaksimal mungkin tapi kalau ada tantangan atau penolakan maka dengan mudah mengubah pendapatnya," kata mantan Menlu Hassan Wirajuda di Beijing, Rabu (19/2).
Hassan mencontohkan, sebelum dilantik, Trump mengatakan akan menerapkan tarif tambahan ke Tiongkok sebanyak 100 persen tapi kenyataannya setelah dilantik, pemerintah AS hanya menerapkan tarif tambahan 10 persen ke barang-barang asal Tiongkok.
Malah Trump memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen terhadap Kanada dan Meksiko meski hal itu juga ditunda selama satu bulan setelah kedua negara tetangga AS itu berjanji untuk meningkatkan keamanan perbatasan.
Usulan lain dari Trump yang tidak perlu buru-buru ditanggapi, menurut Hassan, adalah ucapannya soal pemindahan penduduk Palestina di Jalur Gaza ke Mesir dan Yordania.
Juga keinginannya mengembangkan ekonomi wilayah kantong Palestina itu sebagai "Riviera" di Timur Tengah sehingga menjadi rumah bagi masyarakat dunia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.