Saudi Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Russia, Tak Ada Kursi untuk Ukraina

Selasa, 18 Feb 2025, 10:12 WIB

RIYADH - Para diplomat tinggi AS dan Russia akan bertemu di Arab Saudi pada hari Selasa (18/2) untuk membicarakan upaya pemulihan hubungan negara mereka yang retak dan mengambil langkah awal untuk mengakhiri perang Ukraina.

Kedua belah pihak mengecilkan peluang bahwa pertemuan tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak Presiden AS Donald Trump menjabat akan menghasilkan terobosan.

Ket. Foto: Menlu Russia Sergei Lavrov tiba di Arab Saudi menjelang pertemuan dengan Menlu AS di Riyadh. — Sumber: AFP/Russian Foreign Ministry

Perundingan itu memicu kekhawatiran di Ukraina dan Eropa menyusul pendekatan terbaru Amerika Serikat terhadap Kremlin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv tidak diundang ke pertemuan di Riyadh. Sementara para pemimpin Eropa berkumpul di Paris untuk pembicaraan darurat tentang cara menanggapi perubahan radikal oleh pemerintahan baru AS.

Persiapan untuk kemungkinan pertemuan puncak antara presiden Trump dan Putin juga diharapkan masuk dalam agenda.

Trump mendorong penyelesaian cepat terhadap konflik tiga tahun di Ukraina, sementara Russia melihat upayanya sebagai peluang untuk memenangkan konsesi.

Zelensky mengatakan Kyiv "tidak tahu apa pun tentang" pembicaraan di Riyadh, menurut kantor berita Ukraina, dan "Kyiv tidak dapat mengakui hal-hal atau perjanjian apa pun tentang kami tanpa kami".

Ia mengatakan di media sosial bahwa setiap kesepakatan damai harus mencakup jaminan keamanan yang "kuat dan dapat diandalkan", yang telah diminta oleh Prancis dan Inggris tetapi tidak didukung oleh semua kekuatan Eropa.

Russia mengatakan sebelum pertemuan tersebut, bahwa Putin dan Trump ingin keluar dari "hubungan abnormal" dan tidak ingin negara-negara Eropa ikut serta dalam meja perundingan.

Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov dan ajudan senior Putin Yuri Ushakov akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff.

Pertemuan Puncak Trump-Putin 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan tersebut akan "terutama ditujukan untuk memulihkan seluruh hubungan Russia-Amerika", di samping diskusi tentang "kemungkinan negosiasi mengenai resolusi Ukraina, dan mengorganisasikan pertemuan antara kedua presiden".

Moskow, yang selama bertahun-tahun berupaya mengurangi kehadiran NATO di Eropa, telah menyatakan dengan jelas bahwa pihaknya ingin mengadakan pembicaraan bilateral dengan Amerika Serikat mengenai sejumlah besar masalah keamanan yang luas, bukan hanya kemungkinan gencatan senjata Ukraina.

Sebelum menginvasi pada Februari 2022, Putin menuntut aliansi militer menarik pasukan, peralatan, dan pangkalannya dari beberapa anggota timur yang berada di bawah lingkup pengaruh Moskow selama Perang Dingin.

Prospek pembicaraan yang mengarah pada kesepakatan untuk menghentikan pertempuran Ukraina tidak jelas.

Baik Russia maupun AS menganggap pertemuan itu sebagai awal dari suatu proses yang berpotensi panjang.

"Saya kira orang-orang tidak boleh melihat ini sebagai sesuatu yang menyangkut rincian atau bergerak maju dalam semacam negosiasi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce.

Ushakov dari Russia mengatakan kepada media pemerintah bahwa pembicaraan akan membahas "bagaimana memulai negosiasi mengenai Ukraina."

Baik Ukraina maupun Russia telah mengesampingkan konsesi teritorial dan Putin tahun lalu menuntut Kyiv menarik pasukannya dari lebih banyak wilayah.

Zelensky akan melakukan perjalanan ke Turki pada hari Selasa untuk membahas konflik tersebut dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan kemudian ke Arab Saudi sehari kemudian.

Ia tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan delegasi AS maupun Russia, kata juru bicaranya, Senin.

Zelensky mengatakan minggu lalu bahwa dia siap bertemu Putin, tetapi hanya setelah Kyiv dan sekutunya memiliki posisi yang sama dalam mengakhiri perang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.