Sufmi Dasco Mengaku Mendengar Ada Menteri Prabowo yang Kurang Seirama Kinerjanya
Jumat, 07 Feb 2025, 01:20 WIBJAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan dirinya mendengar bahwa ada menteri dari Presiden Prabowo Subianto yang masih kurang seirama dalam melaksanakan kinerjanya.
Namun dia pun belum mengetahui secara persis sosok menteri yang dimaksud. Dia pun mengatakan bahwa Prabowo Subianto ingin berbuat kebaikan untuk kesejahteraan rakyat dengan menunaikan janji kampanyenya dan visi Astacita.
âNah memang saya ada dengar keluhan sedikit sedikit tentang masih ada yang kemudian kurang seirama. Nah apakah itu yang dimaksud, nanti kita akan lihat seperti apa demikian,â kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/2).
Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja menteri-menteri (reshuffle) di Kabinet Merah Putih. Terlebih lagi, Presiden sudah merasakan kinerja para menterinya dalam 100 hari kerja.
âMenteri atau wamen sebelum diangkat jadi menteri itu membuat atau menandatangani pakta integritas di dalam pakta integritas itu tercantum beberapa pasal yang tentunya menjadi bahan evaluasi,â kata dia.
Dasco mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki hak prerogatif untuk mengevaluasi kinerja menteri-menterinya dan melakukan langkah-langkah perbaikan internal.
Dalam 100 hari kerja, menurut dia, Presiden tentunya merasakan kinerja para pembantunya, baik yang sudah maksimal atau tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kinerja yang dimaksud, kata dia, untuk memenuhi janji kampanye dan visi Astacita.
Bersih dan Benar
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajaran menteri dan kepala lembaga pemerintah mereka bakal diganti (reshuffle) jika tidak bekerja dengan benar. âRakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi, saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa, rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan,â kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan terkait reshuffle Kabinet Merah Putih selepas puncak peringatan Harlah Ke-102 NU di Jakarta, Rabu (5/2).
Presiden saat berpidato dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) Rabu malam kembali menekankan dirinya tak akan menoleransi pejabat negara yang main-main. âKami tidak akan ragu-ragu bertindak. 100 hari pertama ya. Saya sudah beri istilahnya peringatan berkali-kali. Sekarang, siapa yang bandel. Siapa yang dableg, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, dengan tuntutan rakyat, pemerintah yang bersih, itu saya akan tindak!â kata Presiden.
Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai ketegasan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengganti menteri berkinerja kurang baik dengan melakukan perombakan kabinet (reshuffle) menunjukkan orientasi kepemimpinannya demi kepentingan rakyat.
Adapun Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan belum ada rencana reshuffle atau perombakan kabinet di internal Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. âHah reshuffle apa? Nggak ada reshuffle, belum,â kata Prasetyo.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BBM Kuba Langka, Rusia Tuding Tekanan AS Perparah Krisis
-
Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Subianto Lantik Menteri Baru dan Tambahkan Pos Menteri Haji
-
Ini Susunan Baru Menteri Kabinet Merah Putih 2025, Sri Mulyani Diganti
-
Tanpa Integrasi Tata Ruang dan Perluasan Transportasi Umum, Kemacetan di Jakarta Sulit Diurai
-
Aset Tidur Dibangunkan, Strategi Rejang Lebong Dongkrak Pendapatan Daerah
-
5.724 Rumah Warga Gorontalo Diverifikasi untuk Homestay PENAS KTNA XVII 2026
-
Baru Jadi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Banjir Kontroversi: Dari Blunder Ucapan, Ulah Anak, Hingga Disebut Orang Luhut!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.