Risiko Kekerasan Meningkat Jelang Pemilu Junta

Jumat, 31 Jan 2025, 02:50 WIB

BANGKOK - Empat tahun setelah merebut kekuasaan dalam kudeta yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih, para jenderal penguasa Myanmar akan melakukan upaya paling terpadu untuk mendapatkan legitimasi dengan mendorong diadakannya pemilihan umum lagi.

Dalam dua bulan terakhir, junta telah menguraikan rencana kepada negara-negara tetangga untuk menyelenggarakan pemilu pada tahun 2025, merilis hasil sensus yang dilakukan untuk menyiapkan daftar pemilih, dan mengumumkan di media pemerintah bahwa mereka sedang berupaya untuk memastikan stabilitas untuk pemungutan suara.

Ket. Foto: Petugas sensus sedang mendata warga di Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Oktober lalu. Rencananya sensus ini digelar karena junta hendak melaksanakan rencana pemilu walau waktunya masih belum ditentukan.  — Sumber: AFP

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini merupakan deklarasi niat paling serius dari junta Myanmar untuk menyelenggarakan pemilu sejak menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021, tetapi langkah-langkah ini diambil di tengah perang saudara yang sedang berlangsung, di mana militer terus menerus kehilangan wilayah di seluruh negeri.

Dengan banyaknya kekuatan yang menentang junta dan pemilu, ketegangan akan meningkat menjelang pemungutan suara, yang membawa risiko lebih banyak kekerasan karena kedua belah pihak berusaha untuk meningkatkan kendali mereka atas wilayah, menurut delapan orang, termasuk analis, pemberontak dan sumber diplomatik.

Tanggal pemilu sendiri belum diumumkan, tetapi dengan pemungutan suara hanya dilakukan di setengah wilayah negara, puluhan kelompok oposisi dilarang, dan hanya partai-partai promiliter yang telah diskriningterlebih dahulu, pemiluini telah dicemooh sebagai suatu sandiwara penipuan oleh para kritikus.

Junta militer hanya mampu melaksanakan sensus lapangan secara menyeluruh di 145 dari 330 kotapraja di negara itu, menurut laporan sensus yang diterbitkan pada Desember lalu. Para jenderal saat ini berencana untuk menyelenggarakan pemilu hanya di 160-170 kotapraja menjelang akhir tahun, menurut narasumber yang mengetahui pembahasan soal pemilu dari Ibu Kota Naypyidaw.

“Mereka ingin (pemilu) terus dilaksanakan," kata narasumber yang meminta untuk tidak disebutkan jati dirinya, seraya menambahkan bahwa junta akan berupaya “menstabilkan” daerah-daerah tersebut menjelang pemungutan suara.

Rencana Penolakan

Oposisi bersenjata, yang terdiri atas tentara etnis dan kelompok perlawanan baru yang dibentuk sejak kudeta, telah merebut sebagian besar wilayah dari junta, mengusirnya keluar dari daerah perbatasan dan semakin mengepung wilayah yang dikuasainya hingga dataran rendah tengah.

"Ini pasti akan meningkatkan konflik ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Ye Myo Hein, seorang analis Myanmar di Institut Perdamaian Amerika Serikat, saat menanggapi tentang pemilu mendatang.

Sementara itu Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), pemerintahan bawah tanah bayangan yang terdiri dari sisa-sisa anggota partai politik dari Liga Nasional untuk Demokrasi dan kelompok anti-junta lainnya, telah menyusun rencana 12 poin untuk menolak pemilu.

Dalam pertemuan Asean bulan ini, negara anggota dari blok regional menyampaikan kepada junta bahwa rencananya untuk menyelenggarakan pemilu bukanlah prioritas, melainkan mendesak junta untuk segera memulai dialog dan mengakhiri permusuhan. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.