Ulat dan Serangga Berpotensi Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Ini Kata Pakar UM Surabaya
Rabu, 29 Jan 2025, 19:28 WIBJAKARTA - Ulat dan Serangga berpotensi jadi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Idham Choliq, mengatakan, wacanan memasukkan belalang dan ulat sebagai menu MBG merupakan produk pangan lokal. Prosesnya terkait erat dengan budaya atau kebiasaan anak dalam pola konsumsi.
âAda yang namanya 'habitus gizi' yaitu anak-anak dibentuk oleh lingkungan budaya dan ekonomi rumah tangga, yang pada gilirannya terkait dengan praktik-praktik makanan dan ideologi makan tertentu,â ujar Idham, dalam keterangan resminya, Rabu (29/1).Â
Dia menyebut, anak-anak yang belum pernah memakan serangga mungkin akan bereaksi jijik dan menolak saat memakan serangga tersebut. Meski demikian, belalang dan ulat dapat berfungsi sebagai tambahan kaya nutrisi untuk makanan anak-anak mengingat serangga menyediakan sejumlah besar protein, lemak, dan mikronutrien penting yang mirip dengan makanan yang bersumber dari hewan.Â
âMisalnya ulat dikenal karena kandungan vitamin B1, B2, dan B6, serta vitamin D. Sedangkan belalang menyediakan vitamin A, D3, dan B12, beserta mineral penting seperti zat besi dan seng,â katanya.
Bahaya Pestisida
Idham mengungkapkan, di samping ada manfaatnya, ada kekhawatiran mengenai paparan pestisida dan akumulasi logam berat. Menurutnya, hal tersebut berpotensi besar terdapat pada serangga di alam liar.
Dia menyebut, serangga yang dibesarkan di peternakan adalah pilihan yang lebih aman. Menurutnya, bila nantinya belalang dan ulat ini dimasukkan ke dalam menu MBG di daerah tertentu, sebaiknya memanfaatkan budidaya serangga tersebut sebagai bahan makanan lokal  yang berkelanjutan dan bergizi.Â
âSerangga yang dibudidayakan merupakan pilihan yang lebih aman karena mereka menerima pakan yang terkontrol dan menjalani pemeriksaan kesehatan yang ketat,â terangnya.
Idham menekankan, makanan berbasis bahan lokal sangat direkomendasikan dalam program MBG. Menurutnya, MBG merupakan program bagus, tetapi memang dalam praktik pemberiannya perlu memperhatikan preferensi atau kebiasaan anak dalam mengkonsumsi jenis makanan di berbagai daerah.
"Memanfaatkan bahan pangan lokal boleh, asal memenuhi standar gizi,â ucapnya.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
- MBG
- UM Surabaya
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Pemkab Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan Keliling Kecamatan, Fokus Pererat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
Akselerasi Solusi Proteksi Syariah kepada Keluarga Indonesia, Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman dengan Manfaat yang Bertumbuh, Bertambah dan Berkah
-
Pemerintah Diminta Dengarkan Laporan Masyarakat soal MBG
-
Cap Go Meh Singkawang Tampilkan 727 Tatung
-
MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026
-
Banyuwangi Layani Kesehatan Lansia Lewat Program Pelayanan Keliling
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.