Dorong Likuiditas Pasar, BEI Segera Perkenalkan Skema Intraday Short Selling
Jumat, 24 Jan 2025, 18:44 WIBJAKARTA â PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berinovasi untuk mendukung pengembangan pasar keuangan di Tanah Air. Dengan inovasi baru tersebut diharapkan kinerja bursa saham terus makin bergairah ke depannya.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) segera memperkenalkan skema IDSS dalam perdagangan short selling di pasar modal Indonesia. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy memaparkan sejumlah syarat bagi investor yang ingin melakukan transaksi IDSS.
"Pertama-tama, investor harus membuka akun short selling pada sekuritas yang telah memiliki lisensi sebagai Anggota Bursa Short Selling, kemudian harus menyiapkan dana awal minimal Rp50 juta dan investor harus melakukan pembelian saham yang telah dilakukan short selling di akhir hari untuk penyelesaian transaksi,â ujar Irvan, di Jakarta, Jumat (24/1).
Terkait persyaratan short selling (IDSS), dia menjelaskan tidak terdapat perbedaan untuk investor individu (ritel) maupun institusi, namun dalam implementasinya terdapat masa transisi, pada satu tahun awal transaksi short selling (IDSS) hanya diperuntukkan bagi investor ritel.
âSampai dengan satu tahun setelah diimplementasikan, transaksi IDSS masih hanya diberlakukan bagi investor ritel terlebih dahulu, dengan tujuan untuk familiarisasi mekanisme bagi pelaku pasar,â ujar Irvan.
Pada 3 Oktober 2024 lalu, BEI telah memberlakukan peraturan terkait short selling yang tercantum dalam Peraturan Bursa Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling dan III-I tentang Keanggotaan Margin dan/atau Short Selling.
Saat ini, BEI sedang mempersiapkan Anggota Bursa untuk mendapatkan lisensi sebagai Anggota Bursa (AB) Short Selling, sehingga dapat memberikan fasilitas transaksi short selling kepada nasabahnya.
âHingga akhir tahun 2024, sudah terdapat 6 Anggota Bursa yang sedang dalam proses untuk mendapatkan lisensi AB Short Selling dan ada 17 AB lainnya dalam pipeline sedang melakukan assessment internal," kata Irvan.
Sementara itu, terkait sosialisasi implementasi IDSS, Irvan mengatakan BEI telah melakukan sejumlah rangkaian kegiatan untuk meningkatkan awareness pelaku pasar, sehingga akan lebih siap dalam menerima penerapan mekanisme IDSS.
âSepanjang 2024, Bursa juga telah melakukan rangkaian kegiatan market awareness terkait transaksi short selling kepada investor dan publik untuk meningkatkan awareness publik atas transaksi short selling di BEI,â ujar Irvan.
Irvan menyebut implementasi mekanisme IDSS oleh BEI akan memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan potensi keuntungan ketika market sedang turun atau bearish.
Pihaknya berharap penerapan skema IDSS dapat meningkatkan likuiditas pasar dan meningkatkan fair price discovery di pasar modal Indonesia.
âHarapannya, dapat meningkatkan likuiditas pasar dan meningkatkan fair price discovery, sehingga dapat memperluas basis investor serta meningkatkan experience investor dalam bertransaksi saham di Bursa,â ujar Irvan.
BEI memastikan akan melakukan pengawasan atas transaksi IDSS yang terjadi, yang mana dalam menyampaikan transaksi Short Selling, Anggota Bursa diwajibkan untuk menyampaikan flag Short Selling, sehingga dapat mendukung terciptanya pasar yang wajar, teratur dan efisien.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Basarnas: Nelayan Lansia Asal Kalsel Selamat Setelah Hilang Enam Hari
-
Bupati Tasikmayala Akan Buka-bukaan di Hadapan BPK
-
Pemkot Makassar: Ramadhan Fair Perkuat Ekosistem UMKM
-
Senator Agita: Perubahan Tata Kelola Ibadah Haji Harus Diikuti Kesiapan Daerah
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
Fritz Dipaksa Kerja Keras untuk Melaju di Dallas Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.